15 May 2008

Tujuh Kalimat Terakhir Kristus Mengguncang GKJ

Sebuah kerjasama apik antara Susvara Opera Company dengan Gedung Kesenian Jakarta ketika menampilkan opera bertema paskah dengan arahan sutradara Henky Solaiman. Dikisahkan berdasarkan karya asli Theodore Dubois, penyaliban Kristus menjadi suatu cerita yang sangat menyentuh. Opera yang berjudul The Seven Last Words of Christ ini di pentaskan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), minggu (13/4) malam. Jeritan dan ratapan kematian saat Kristus di salibkan dirangkai dengan nyanyian tenor dan sopran yang bersaut-sautan. Suasana haru nan kudus menyelimuti ruangan, ketika opera yang berlangsung selama dua setengah jam ini di tampilkan.

Cerita ini merupakan rangkaian dari delapan gerakan yang terdiri dari introduksi dan satu gerakan untuk setiap kata Tuhan di kayu salib. Bisa dikatakan bahwa karya opera ini adalah hasil meditasi theologies tentang saat-saat penderitaan terakhir Tuhan Yesus. Ucapan Yesus saat menjalani penderitaannya dibawakan oleh penyanyi tenor, dan kata-kata hujatan dari rakyat, serta seruan dan jeritan dari murid-murid Yesus dibawakan oleh chorus.

Para penyanyi yang hadir pada malam itu, yakni Catharina W Leimena (Mezzosopharono), Indra Listyanto (Tenor), Joseph Kristianti (Baritone), Christine T Lubis (Soprano), dan Novanda Bulu (Soprano). Para penyanyi di iringi oleh pianis Aditya S Pradana dan Teo Minaroy.

Berlatar tiga kayu salib, cerita utama pun ditampilkan. Pada cerita tujuh kalimat terakhir Tuhan Yesus ini, kalimat pertama adalah "Ya Bapa, Ampunilah mereka". Suasana hening dan hikmat terpancar hingga penyajian kalimat ketiga. Suasana mencekam mulai terasa saat kalimat keempat disajikan dengan sebuah lagu oleh seorang solois. Kalimat keempat tersebut adalah "Ya Bapa, Mengapa Engkau meninggalkan Aku."

Suasana kembali melembut saat Yesus mengucapkan kalimat terakhirnya, yaitu "Sudah selesai." Setelah ketujuh kata di sajikan dalam gerak dan lagu yang hikmat, digambarkan petir menyambar-nyambar dan gempapun dihadirkan di panggung. Hal ini memberikan gambaran yang di ceritakan dalam kitab suci ketika Yesus menghembuskan nafas terakhirnya, dunia ini bergoncang dan tabir bait suci terbelah dua. Akhirnya sajian opera ini ditutup dengan sembah sujud dari para pemain kepada Yesus Kristus sang Penebus. Sebuah sajian indah yang jarang ada.

Dalam suasana paskah dan menjelang hari kenaikan Tuhan Yesus Kristus, penampilan opera ini memberikan warna tersendiri dalam dunia seni dan kerohanian di bangsa ini. Kiranya kasih dan anugrah kasih Tuhan bagi dunia ini terus di beritakan dengan berbagai cara dan kreatifitas.


Presiden Pastikan BBM Akan Naik

Pemerintah memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna menyelamatkan APBN. Pemerintah juga akan melanjutkan program penghematan energi dan bantuan untuk rakyat miskin

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah konkret sebelum memutuskan menaikkan harga premium, solar, dan minyak tanah.

"Tahapan sekarang, bukan lagi naik atau tidak naik. Tapi, kalau naik berapa, komoditas apa saja, apakah kenaikannya 20%, 25%, 30%, atau 35%. Kemudian, instrumen yang menyertai itu apa saja," kata Presiden pada jamuan makan siang bersama para pemimpin redaksi media cetak dan elektronik di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5).

Menurut Presiden, pemerintah telah melaksanakan program jaring pengaman sosial, kluster perlindungan, dan bantuan sosial. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran hingga triliunan rupiah berupa program beras untuk rakyat miskin, bantuan operasional sekolah (BOS), Askeskin, Dankesmas, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), dan Kredit Usaha Rakyat. "Itu yang kita pikirkan. Itu kita hitung secara tepat mudah-mudahan tidak terlalu lama," ujar Presiden.

Kemarin, Presiden memimpin rapat terbatas yang membahas rencana kenaikan harga BBM. Dari rapat tersebut, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi secara terbatas. Kompensasi untuk masyarakat yang membutuhkan akan segera diatur mekanismenya.

"Pemerintah sedang menyiapkan suatu langkah kebijakan dengan tujuan mengamankan APBN 2008-2009. Fokusnya pada masalah subsidi BBM dan listrik. Kita lakukan dalam satu paket terdiri atas tiga elemen saling terkait," jelas Menko Perekonomian Boediono.

Ketiga elemen itu adalah penghematan konsumsi energi BBM dan listrik, menaikkan harga BBM secara terbatas, dan pemberian kompensasi kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin. "Kita juga melakukan penghematan melalui penggunaan smart card dan sistem kartu kendali. Sistem smart card untuk premium dan kartu kendali untuk minyak tanah. Itu sedang diuji coba di beberapa daerah," jelas dia.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menambahkan, pemerintah akan memformulasikan secara jelas mengenai besaran kenaikan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin. "Itu menjadi pertimbangan utama dan formulasi ini akan dimatangkan," kata Menkeu.

Hingga kini, pemerintah masih menghitung besarannya guna menghindari ketidakpastian harga. ""Ya pokoknya, besarannya akan dikombinasikan antara masyarakat dan pelaku ekonomi. Pokoknya, kita akan jaga APBN," tegas Menkeu.

Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia Bambang Soesatyo menjelaskan, sebenarnya kalangan pelaku usaha sudah siap dengan kenaikan harga BBM. "Tadinya, kita berharap rapat kabinet terbatas yg dipimpin langsung SBY, sudah bisa memutuskan besaran kenaikan dan kapan diberlakukan, ternyata masih diambangkan," kata dia.

Ketidakpastian inilah yang membuat pelaku usaha belum bisa tidur nyenyak. "Mengenai besarnya kenaikan terserah pemerintah, namun bila kenaikan harga BBM jauh di atas 10%-30%, dampaknya terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah sangat besar," ujar Bambang.

Kenaikan BBM dan kenaikan harga-harga bahan pokok tidak bisa dihindari. Kehidupan makin sulit, banyak hal mungkin harus dikorbankan untuk bertahan menghadapinya. Namun satu hal, Tuhan akan memampukan setiap orang yang percaya kepada-Nya untuk menghadapi masa-masa sulit tersebut bahkan dapat mengatasinya dengan baik.

SMS Santet?? Bohong atau Fakta??

SMS Santet, Benarkah Hal Itu?
Total View : 981 kali

Beberapa media memberitakan akan adanya SMS misterius yang membuat geger masyarakat Sumatra Barat. Hal ini cukup meresahkan masyarakat, pasalnya isi pesan singkat itu mengingatkan untuk tidak menerima telephon dari nomor tertentu bila tidak ingin terkena kangker, atau bahkan meninggal. Dikabarkan bahkan seorang wanita jatuh pingsan saat menerima SMS tersebut.

Isu yang tersebar tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Jika dilihat dari segi ilmu tekhnologi, memang bahwa peralatan elektronik mengeluarkan radiasi yang bisa mempengaruhi kesehatan manusia. Handphone sendiri termasuk peralatan elektronik yang memiliki pengaruh radiasi dalam intensitas rendah. Dan berdasarkan tulisan yang di keluarkan oleh Muhammad Fathony, Kepala Bidang Dosimetri, Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir, Batan, bahwa hingga saat ini belum ada bukti dalam skala laboratorium yang meyakinkan bahwa medan berintensitas rendah menyebabkan kerusakan genetika.

Indonesia yang masih kental dengan dunia mistik, membuat masyarakan menghubungkan beredarnya SMS tersebut dan fenomena "Ring in Red" yang belum terbukti itu dengan santet. Selain beredar melalui pesan singkat atau SMS, isu ini juga hangat beredar di dunia maya atau internet.

Berdasarkan keterangan dokter yang memberikan perawatan kepada korban yang jatuh pinsan sewaktu menerima sms, hal tersebut lebih dikarenakan efek phisikologis. "Isu berlebihan itu membuat mereka ketakutan luar biasa," demikian keterangan seorang dokter kepada Antara.

Sejumlah kalangan, terutama dari kalangan Kristen juga di hebohkan dengan munculnya provider baru yang mengusung unsur angka 6. Terutama dengan adanya ajaran tentang antikris dan akhir jaman yang menuliskan akan munculnya angka 666 pada hari-hari terakhir. Berbagai rumor beredar akan adanya berbagai hal seram jika menggunakan nomor tersebut, atau bahkan hanya dengan menerima pesan singkat atau telephon saja. Banyak yang menduga ini hanyalah persaingan tidak sehat atar provider saja. Namun jika di cermati hal ini sudah meresahkan masyarakat, dan sudah merugikan banyak orang.

Sebagai orang percaya, hal-hal seperti ini harus di sikapi dengan bijaksana. Pertama, pastikan bahwa informasi tersebut bisa dipercaya dan dibuktikan kebenarannya. Selanjutnya jangan cepat terprovokasi bahkan ikut menyebarkan isu-isu yang tidak jelas tersebut. Bahkan jika bisa, lakukan riset untuk membuktikan kebenaran isu tersebut. Dan jika semua isu tersebut hanya kebohongan belaka, bagikanlah kebenaran tersebut, sehingga bisa memberkati orang lain.


10 Tahun Reformasi, Ribuan Orang Demo Tolak Kenaikan BBM

Bersamaan dengan 10 tahun Reformasi pada 12 Mei 2008, ribuan orang yang berdemo di depan Istana Merdeka untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah.

Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin pagi, unjuk rasa tersebut akan dilakukan antara lain oleh Front Rakyat Mengg
ugat (FRM).

FRM diperkirakan akan berkumpul di Bundaran HI pada sekitar pukul 10.00 WIB dan akan melakukan "long march" atau aksi berjalan kaki ke Istana Merdeka.

Jumlah orang yang mengikuti aksi tersebut diperkirakan berjumlah antara 1.000 hingga 2.000 orang. Selain menolak kenaikan BBM sebagai isu utama, mereka juga akan menolak program Bantuan Langsung Tunai (BLT), impor beras, serta mendesak pem
erintah segera menurunkan harga-harga kebutuhan pokok.

TMC juga menginformasikan, terdapat puluhan aksi unjuk rasa lainnya yang akan diselenggarakan pada hari Senin (12/5) sehingga pengendara diimbau tidak melewati kawasan unjuk rasa agar tidak terjebak kepadatan arus lalu lintas.

Untuk mengantisipasi munculnya kemacetan yang parah di sekitar Bundaran HI dan Istana Merdeka, pihak kepolisian kemungkinan akan membuka sistem buka tutup di sejumlah jalan raya dari Bundaran HI dan Harmoni yang mengarah ke Istana Merdeka.

Sedangkan aksi unjuk rasa lainnya juga akan terjadi di berbagai tempat strategis yang kerap menjadi ajang unjuk rasa antara lain Kejaksaan Agung di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, dan Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam siaran persnya mengimbau para petugas kepolisian bisa tetap bertindak secara profesional dan proporsional dalam menangani unjuk rasa menentang kenaikan BBM di Tanah Air.

IPW juga menghendaki agar pihak kepolisan tetap mengutamakan jalur dialog dan perundingan dalam menghadapi para pendemo. Kepada masyarakat yang berunjuk rasa, IPW meminta mereka tidak melakukan tindakan anarkis dalam melakukan aksinya.