| Beda Antara Cinta dan Cocok | ||
| Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta - cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan. Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya. Saya akan jelaskan apa yang saya maksud. Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang. Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini. Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut. Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka. Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita mengukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya. Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya. Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan. Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh. Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok. Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya. Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu ocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup. Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan -- ini yang penting -- cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah. Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap, "Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar! Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok! Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita. Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, "Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18). Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata "cocok." Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam. Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok. Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata "cocok" dengan kata "cinta." Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita. Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita! | ||
09 June 2008
| 3 Kesalahan Dalam Romantisme | ||
| Dalam pendapat saya, ada 3 kesalahan terbesar dalam romantisme yang banyak dipercayai oleh orang-orang Kristen yang ingin menikah. Tapi sebenarnya, kesalahan yang paling besar yang bisa kita buat adalah berpikir bahwa dengan menjadi Kristen maka segala hal akan lebih mudah. Padahal menjadi Kristen dapat membuat semuanya lebih sulit (ingatkah tentang memikul salib dan mengikuti Yesus)? Dari pengalaman hidup saya dalam hal memahami tentang lawan jenis dan hubungan romantis, saya melihat (dan juga pernah mengalami beberapa di antaranya) beberapa kesalahan, dan kadang kesalahan-kesalahan itu dilakukan oleh mereka yang mempunyai niat baik. Jadi, apa saja 3 kesalahan itu?
Bahkan walaupun Anda mau berkompromi pada beberapa hal, warna rambut atau kesukaan menonton film misalnya, ada beberapa standar yang tidak bisa dikompromikan. Iman tentu saja, lalu diikuti dengan keseimbangan dalam hal kepandaian, kedewasaan, kepekaan, ketertarikan dalam komitmen pernikahan dan anak-anak, dan sebagainya. Mungkin ada beberapa detail yang spesifik bagi Anda. Saya misalnya, gampang terpikat pada orang yang sangat humoris dan sulit menerima orang yang tidak suka masakan Thai (ya saya tahu, saya pemilih). Jadi Anda berhasil mereka-reka bayangan dari pasangan impian Anda. Lalu salah satu dari kedua hal ini akan terjadi... Kemungkinan pertama, Anda tidak pernah bertemu dengan orang yang memenuhi semua daftar kriteria Anda karena daftar itu sangat eksklusif dan penuh tuntutan, jadi Anda cenderung menolak atau tidak menanggapi seorangpun untuk alasan-alasan yang bodoh. Daftar kriteria Anda mencegah Anda mengalami kejadian tak terduga dimana Anda tertantang oleh seseorang yang mempunyai perspektif yang berbeda dengan Anda dalam memandang hidup, dunia, Tuhan, serta semua hal yang baik. Saya cenderung berpikir bahwa orang yang membuat daftar yang sangat eksklusif mungkin belum siap untuk menjalin hubungan. Namun dalam batas yang wajar, daftar kriteria dapat menolong untuk melindungi hati Anda dan membantu Anda memutuskan saat seseorang yang menarik mendekati Anda.
Prinsip Reformasi
Saya tetap setia karena saya yakin dia membutuhkan saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Tapi jika saya tidak salah ingat kronologisnya, setelah sekitar 6 minggu kami berkencan, kami putus, beberapa bulan saya menderita saat dia kembali berkencan dengan mantannya, lalu dia juga sempat mengajak saya kembali bersamanya setelah menyadari bahwa dia dan mantannya tidak akan berlanjut juga, kami sempat berkencan lagi selama 2 minggu, lalu putus lagi, dan beberapa bulan berpisah... sampai akhirnya berlawanan dengan perkataannya yang menyiratkan bahwa ada masa depan bagi hubungan kami, saya mendengar bahwa dia juga sedang terlibat secara intim dengan wanita lain. Itu sudah cukup bagi saya. Jika Anda mengenali diri Anda sendiri sedang mengalami gejala-gejala ini, jangan hiraukan kelebihan atau keunikan apapun darinya yang membuat Anda tertarik. Percayalah, mantan saya juga mengagumkan. Tapi dalam skenario ini, Anda tetap bisa menjadi temannya saja dan masih mengalami keunikannya itu, Anda tidak perlu sampai berkencan dengannya. Anda lihat, mengubah orang lain adalah ide yang buruk karena Anda tidak punya kuasa untuk melakukannya. Anda bisa mengharapkan pasangan Anda menginginkan dirinya berubah menjadi lebih baik, dan Anda juga bisa berharap bahwa kasih karunia Tuhan dan iman Anda bisa mengubah mereka. Tapi tugas Anda sebagai teman bukanlah untuk mengubah mereka. Anda seharusnya berjalan (melalui saat senang dan sedih) bersama mereka, berdoa untuk mereka, tapi bukan mengubah mereka. Apalagi dalam membuat komitmen jangka panjang yang membutuhkan hubungan yang dekat untuk waktu yang lama, penggabungan rekening bank, dan anak-anak, Anda menginginkan seseorang yang dapat Anda terima apa adanya, termasuk semua dosa dan kegagalannya. Jangan takut bahwa orang yang dapat saling melengkapi dengan Anda dan dapat menyesuaikan diri dengan Anda akan membuat Anda bosan. Malah sebaliknya, saya menemukan bahwa rasa aman dalam hubungan romantis lebih menarik dibanding bahaya.
Saya mempunyai 2 orang teman. Mereka bertemu, saling menyukai, dan mulai berkomunikasi lewat email secara intens karena mereka berhubungan jarak jauh. Dan dengan cepat, mereka mulai membicarakan tentang pernikahan. Ini memang bukan hal yang buruk, tapi hasilnya, mereka belajar, menganalisa, dan mendiskusikan tentang hubungan mereka untuk menentukan keberhasilan pernikahan mereka. Dan sementara itu mereka gagal untuk mengenal lebih dalam satu sama lain dengan alamiah, dimana (menurut saya) niat untuk menikah dengan sendirinya akan muncul dari sana. Setelah beberapa lama, teman saya menyadari bahwa pacarnya tidak mengenalnya dengan baik sama sekali. Teman saya juga mengetahui bahwa teman-teman pacarnya ini lebih tua dan mereka semua sudah menikah atau akan menikah, jadi pacarnya merasa sedikit tertinggal. Pada akhirnya, teman saya bersikap bijak dengan melihat bahwa hubungan mereka memang merupakan hubungan yang semu dan membuat pacarnya menyadari hal yang sama. Dengan itu hubungan mereka berakhir. Anda berhak untuk mengalami hubungan romantisme yang lebih baik, dan Anda masih punya kesempatan untuk menghindari atau tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. | ||
| 9 Mitos Wanita tentang Pria | |||
| Duduk berseberangan meja dari teman cantik saya di café kopi tua yang eksotik, kecemasan saya memuncak. Teman saya ini membagikan kisah detail tentang hubungan barunya yang penuh badai dimana dia mulai punya pasangan satu bulan terakhir. "Saya akhirnya menemui pria yang menjadi teman saya bicara di internet. Setelah bicara dan mengirim SMS secara tetap sekitar dua bulan, kami memutuskan untuk mengambil langkah selanjutnya - jadi kami bertemu minggu lalu. Amat ajaib. Dia adalah pria sempurna bagi saya!. Dia begitu ramah, pandai, lucu, dinamis... dia terlalu baik untuk bisa dipercaya. Tepat sekali, saya yakinkan pada diri saya. "Apakah sudah saya sebutkan dia itu sudah mapan secara ekonomi? Bukan uangnya yang penting" Kegembiraan terpancar ketika dia mengatakan kebalikannya. "Apakah dia seiman dan seorang Kristen?" "Kami bertemu di situs E-Harmony!" "Apakah setiap orang yang ada di E-Harmony adalah orang Kristen?" "Yahh. Dia memang belum benar-benar pergi ke gereja - tapi dia pasti cinta Tuhan". Saddam Hussein juga mengaku cinta pada Tuhan. "Bagaimana kamu tahu tentang hal itu?". "Dia mengatakannya pada saya! Yang saya tahu Tuhan menyatukan kami". "Kamu baru kenal dia dua bulan. Kenapa kamu pikir Tuhan membawa dia untuk hidup kamu?". Saya harus mencubit diri saya sendiri dibawah meja untuk tidak terdengar seperti merendahkan dirinya. "Karena... kami merasa begitu cocok bicara dengan dia. Kami punya banyak kesamaan. Dia benar-benar mencintai saya". Oh.. oh.. Saya dapat melihat kami dalam masalah sekarang... "Jadi... dia itu tipe cowok Kristen ya?, saya yakin dia tidak mencoba untuk mengajak kamu tidur dengan dia. Maksud saya, dia pasti menjaga kesucian kamu dan semuanya, betul khan?". Saya merasa punya perasaan jelek tentang pria ini sebelumnya. Rasa sinis saya mulai ditunjukkan. "Yeah.. dia tidak sesuai aturan tentang soal itu. Maksud saya, kami ini orang dewasa dan dia mengatakan selama kita berkomitmen satu sama lain maka hal itu (hubungan seks) sama saja setelah menikah". Rasa bersalahnya kelihatannya menguap tadi malam. "Jadi jika kamu saling mengenal dengan baik, apa dong kelemahan dia?". Disamping tidak menjadi seorang Kristen, mencoba mendapatkan kamu di tempat tidur adalah peluang pertamanya, dan dia menjadi seorang pembohong. "Dia mungkin hanya sedikit menekan. Bukankah normal untuk seorang pria meminta kamu melepas sepatu sebelum kamu masuk ke mobilnya? Namun saya kira saya pikir sebegitu jauhnya... Dia punya begitu banyak kualitas, jadi apa jeleknya dengan hal itu?". Saya punya percakapan seperti ini lusinan kali dengan kaum gadis - wanita. Pada kenyataannya, untuk kebanyakan dalam kehidupan saya, saya sendiri berbohong pada diri saya. Jika ada orang yang tahu tentang kebohongan wanita yang mereka katakan pada diri mereka sendiri untuk membenarkan hubungan yang buruk yang mengarahkan diri mereka pada pernikahan yang buruk, itulah saya. Dan sekarang, teman tercinta saya, seorang yang mengatakan kembali kebohongan ini, jatuh pada pria dengan begitu mudahnya. Saya mulai berdoa agar dia melihat kebenaran sebelum semuanya terlambat. Bagaimana dengan anda? Jika anda mencoba menahan yang terbaik dari Tuhan, namun anda menemukan diri anda mengidentifikasi sejumlah kesamaan dengan pembicaraan diatas, anda harus baca tulisan ini. Tidak terlambat untuk anda mulai mengidentifikasi kebohongan yang anda katakan pada diri anda sendiri sehingga anda dapat menghindari pernikahan yang kosong dan hancurnya mimpi hidup anda. Kebohongan pertama : seorang pria Kristen pastilah pilihan terbaik untuk pasangan kita Pertama dari semuanya, hanya karena seorang pria disebut Kristen bukan berarti itu menyatakan kondisi rohaninya. Hitler mungkin juga bisa menyatakan dirinya sebagai orang baik. Apa yang sesungguhnya ditunjukkan oleh keyakinan seorang pria adalah tindakannya - bukan mencoab mendapatkan anda di ranjang sampai anda berdua mengenakan cincin kawin; mengawali hubungan dirinya secara pribadi dengan Tuhan dan mendukung anda tentunya; dan khususnya memegang teguh kesadarannya dalam hubungan untuk mengijinkan Tuhan memimpin dirinya. Pilihan Tuhan tentang pasangan bagi anda adalah seorang saleh, dan jika anda mendengarkan, Tuhan akan mengatakan pada anda melalui kehidupan doa yang aktif dan nasehatnya melalui pengaruh orang saleh lainnya apakah ini orang yang satu-satunya Tuhan pilihkan untuk anda. . Kebohongan kedua : Jika hubungan itu rasanya benar, maka itu adalah benar. Perasaan itu tidak dapat dipercaya. Jangan percaya padanya, khususnya ketika perasaan terjadi dalam masalah spiritual. Perasaan berubah hari demi hari, dan mereka dapat berbohong pada anda. Wanita yang menyandarkan diri pada perasaan untuk membuat keputusan penting akan menuju pada kekecewaan, membuat satu kesalahan setelah kesalahan lainnya. Keputusan harus dibuat dengan obyektif dan melalui doa. Dosa seksual dalam hubungan akan membuat kabut awan untuk membuat penilaian dan penaksiran yang baik. Kebohongan ketiga : Saya dapat mengabaikan beberapa problem karakter - toh tidak ada yang sempurna. Jika seorang pria telah menyorotkan cacat karakter, sepertinya dia seorang yang tidak bisa diajar. Kemampuan diajar adalah karakter nomor satu yang menjadi tanda siapa pasangan yang seharusnya anda cari untuk pasangan potensial anda. Saya tidak bicara tentang pergumulan pribadi atau kesalahan, namun pola kebiasaan dosa atau gangguan penyelewengan fungsi yang bisa mengendalikan kehidupan mereka dan bahwa mereka tidak terbuka dan menyesal tentang hal itu. Jika seorang pria mau diajar, dia akan rendah hati mendengarkan Tuhan dan istri masa depannya ketika membuat keputusan. Dia akan bersedia bekerja untuk pernikahan masa depannya. Kebohongan keempat : Saya benar-benar mengenal dia setelah menghabiskan banyak waktu bicara dengannya. Telepon dan pembicaraan hati ke hati bukanlah pengganti situasi nyata kehidupan. Dia dapat mengatakan pada anda apapun yang ingin anda dengarkan sementara bersembunyi dibalik telepon. Namun mendapati momen dirinya dengan keluarganya, atau dibalik pengemudi yang kasar, atau pada satu berada di restoran dan mendapatkan pelayanan buruk, dan kemudian anda mulai melihat jenis orang macam apa dia itu. Seorang wanita bijak akan menunggu semua ini keluar sementara mengamati responnya dalam semua kesulitan yang mungkin muncul dan situasi janggal. Kebohongan kelima : Dia selalu mengatakan pada saya kebenaran Kebohongan keenam : Kejadian yang kebetulan adalah tanda dari Tuhan Setan, tuan segala dusta dan peniru, sedang memasak atau meng-adon kejadian yang kebetulan untuk membuat anda melangkah di jalannya, waspadalah!. Dia (setan) tidak ingin anda menunggu yang terbaik dari Tuhan. Dia ingin membuat cacat semua pelayanan anda bagi Tuhan dengan cara membuat anda berada di keadaan menyedihkan dalam pernikahan yang hampa. Mintalah konsultasi rohani dari teman seiman secara obyektif, berdoalah dengan kuat dan tetap berfokus pada kehendak Tuhan dan bukan pada kehendak anda. Kebohongan ketujuh : Adalah normal bagi pria untuk menekan saya untuk hubungan seks. Begitulah seorang pria. Pria saleh hidup untuk menyenangkan Tuhan dan bukan untuk memuaskan hasrat pribadinya. Mereka menghormati wanita seperti harta karun dirinya sendiri, merawat wanita dengan kesucian mutlak seperti yang Yesus lakukan. Mereka amat peduli tentang kesucian saudari seiman daripada menjalankan sensasi cepat nikmat yang hanya sesaat. Seks sebelum pernikahan adalah dosa dan jika seorang pria menekankan hal itu, maka dia tidak peduli tentang apa yang Tuhan pikirkan dan dia tidak peduli juga tentang anda. Kebohongan kedelapan : Ada banyak kualitas romatika pria diluar sana, persis seperti yang ada di film-film. Wanita telah diisi penuh di pikiran (dan hati) mereka dengan gagasan Hollywood tentang pria. Dua tragedi akan dihasilkan lewat hal ini. Pertama, tidak ada pria yang dapat hidup masuk standar fiktif itu sehingga mereka secara tidak adil diperbandingkan dan dikritik. Kedua, seorang wanita di tahap awal hubungan dapat cenderung untuk mengisi informasi yang hilang tentang pria dengan imajinasi ideal sebelum dia benar-benar mengenal pria itu. Dia "mengakhiri" jatuh cintanya dengan gagasan, bukan dengan seorang pribadi. Ketika pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan sebagai manusia, wanita tersebut menjadi kecewa namun tetap memegang hubungan itu sambil berharap si pria yang pertama kali ia imajinasikan akan kembali hadir. Ada beberapa kualitas nyata seorang pria, namun yang pertama adalah hidup berkenan pada Tuhan. Anda perlu pertolongan Tuhan untuk menemukan pria seperti itu. Kebohongan kesembilan : Ketika saya menemukan seorang pria dan lalu menikah, saya pada akhirnya akan merasa bahagia dan lengkap. Dengan mengatakan pada diri kita tentang kebenaran, kita memiliki setiap peluang untuk menemukan pria terbaik yang Tuhan sediakan bagi kita. Contoh terbaik hal ini adalah sobat saya. Dia (seorang wanita) menyudahi cara-cara untuk membuat hubungan yang salah dan mulai mendengarkan Tuhan untuk menuntun kehidupan kencannya. Beberapa minggu lalu, saya menghadiri pernikahannya. Hanya sebelum dia berjalan di pelaminan, dia menutup pintu ruangan kecil yang ada dibelakang kami bertiga. Matanya memancarkan kebahagiaan : "Kami butuh kamu berdoa untuk kami". Itu adalah perasaan seorang pengantin yang amat menakjubkan - pilihan terbaik dari Tuhan untuk dirinya - itu menunjukkan hari-hari dimana saya berharap dia akan menjalaninya. "Ya berdoalah bagi kami. Itu hanya satu-satunya cara untuk memulai kehidupan kami secara bersama-sama. Hari-hari tidak akan menjadi benar tanpa hal itu (doa)." Saya tidak dapat setuju yang lain selain hal itu. | |||
| Menjalin Hubungan = Meninggalkan Masa Lajang | ||
| Komitmen berarti meninggalkan mimpi yang kekanak-kanakan dan harapan-harapan yang tidak realistis yang dapat terjadi dalam sebuah hubungan. Mereka yang menjalin hubungan serius tanpa mempersiapkan diri untuk masalah-masalah apapun, kekecewaan, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan, bisa menimbulkan rasa tidak aman yang meningkat atau rasa sakit hati yang dapat mempengaruhi keutuhan hubungan anda. Dan jika ini terjadi setelah anda menikah, maka hal-hal ini dapat merusak pondasi dari pernikahan anda dan memimpin pada saat-saat yang tidak membahagiakan juga. Sikap anda untuk mempersiapkan dan menyesuaikan diri untuk hubungan anda dapat membuat perbedaan yang sangat besar. Jadi bagaimana anda mempersiapkan diri untuk melakukan beberapa penyesuaian dan untuk memperkuat hubungan anda? Ucapkan selamat tinggal pada masa lajang
Kenalilah pasangan anda Ingatlah bahwa orang yang dengannya anda jatuh cinta (tidak peduli siapapun mereka) adalah seorang yang asing. Dia mempunyai pola pikir yang berbeda, melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda, mempunyai cara berkomunikasi yang berbeda, dan bahkan mungkin mempunyai beberapa nilai yang berbeda dengan anda. Namun seberapa jauh anda sadar akan hal ini sekarang? Anda akan perlu belajar untuk berbicara dengan bahasa pasangan anda, sama pentingnya dengan pasangan anda belajar untuk berbicara dengan bahasa anda. Salah satu tujuan dari hubungan anda adalah sebisa mungkin mengenali apa saja kesamaan dan perbedaan anda dan pasangan anda. Anda berdua perlu datang ke suatu tempat di mana anda bisa saling memandang dan berkata, "Kita memang berbeda dalam beberapa hal, namun tidak apa-apa untuk kamu tetap menjadi kamu dan aku tetap menjadi aku. Kita bisa belajar dari satu sama lain."
Seberapa baik anda benar-benar mengenal pasangan anda? Semakin anda mengenalnya, maka semakin kecil kemungkinan anda untuk mengalami kekecewaan-kekecewaan yang datang bersamaan dengan proses menyesuaikan hidup anda dengan hubungan yang serius. Dengan mengenal pasangan anda lebih baik, dan dengan mempercayai Tuhan, serta dengan meninggalkan kehidupan lajang anda sebelum anda bertemu dengan pasangan anda, anda sedang meletakkan dasar bagi sebuah hubungan yang kuat. | ||
