| Waktu Sempurnanya Tuhan | |||
| Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." (Kejadian 29:18) Jika kamu dihadapkan pada situasi Yakub, maukah anda bekerja selama tujuh tahun untuk seorang yang kamu cintai? Coba pikirkan kembali apa yang kamu kerjakan tujuh tahun yang lalu. Apakah kamu bekerja pada pekerjaan yang sama seperti pekerjaan kamu saat ini? Menghadiri gereja yang sama? Berkumpul dengan orang yang sama?. Kehidupan kita berubah banyak selama tujuh tahun terakhir, bukankah begitu? Bayangkan apa yang Rahel harus rasakan. Dia menemukan pria yang dia ingin nikahi dan kemudian harus sering berada disekelilingnya sepanjang tujuh tahun berikutnya tanpa bisa menikahinya. Dia pasti berjuang dengan kesangsian tentang apakah mereka akan menikah. Kemudian, ketika waktu akhirnya datang, dia mungkin saja mengalami kehancuran ketika menemukan bahwa ayahnya telah menipu pria yang dicintainya dengan menikahkan pria idamannya pada saudara perempuannya sendiri, Lea. Apa yang Rahel mungkin tidak mengerti pada saat itu adalah bahwa Tuhan pada akhirnya membawa Juruselamat pada dunia melalui darah keturunan antara Yakub dan Lea. Yesus adalah keturunan dari pernikahan yang didasarkan atas kebohongan - paling tidak pada tingkatan yang mendunia - namun Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Rahel pada akhirnya menikahi Yakub dalam waktu terbaiknya Tuhan. Tuhan mengarang peristiwa dalam kehidupan kita untuk menyajikan kemuliaanNya. Seperti halnya Rahel, kita tidak tahu waktu Tuhan untuk masa depan kita, namun kita dapat mempercayai bahwa seperti halnya Tuhan tahu apa yang sedang Dia kerjakan untuk Rahel, Dia juga tahu apa yang Dia kerjakan bagi hidup kita. Menggali Lebih Dalam Kejadian 29:18 2. Pernahkah kamu menanyakan tentang waktuNya Tuhan? Jelaskan... 3. Apa yang kamu lakukan selama periode penantian? 4. Pernahkah kamu berpikir tentang gambaran besarnya? Bahwa Tuhan sedang bekerja mengarang peristiwa dalam kehidupan kamu untuk kemuliaanNya? Atau anda justru lebih terfokus pada diri sendiri? Jelaskan... 5. Bagaimana ayat ini bisa mengubah jalan hidup kamu dalam menangani hubungan di masa depan jika Tuhan mengatakan pada kamu untuk menunggu pernikahan? Sumber. Jawaban.com | |||
21 May 2008
| Dijual: Soulmate | |||
| Hampir setiap hari saat menyimak stasiun radio Kristen, saya mendengarkan sebuah iklan tentang layanan kencan online yang menyatakan dapat membantu saya untuk menemukan soul mate atau orang yang tepat (the one). Saya telah kebal terhadap iklan tersebut, sampai sebuah percakapan dengan seorang teman wanita membuat saya ingin tahu apa yang sebenarnya mereka jual. Satu malam, teman saya, Emily membicarakan tentang betapa hebat pacarnya dan bahwa mereka telah mendiskusikan pernikahan. Teman kami lainnya, seorang pria, yang pernah tertarik pada Emily, pasti telah berpikir seperti yang saya pikirkan dan segera bertanya, "Berapa lama kalian berdua telah berkencan?" "Sekitar sebulan," katanya. Ia dengan segera menyadari reaksi yang tidak biasa dan menambahkan, "Tetapi, saat kamu telah menemukan orang yang tepat (the one), kamu akan langsung tahu." Saya tersenyum dan berkata bahwa saya turut berbahagia dan demikian juga teman kami yang lainnya, meskipun saya tahu ia cemburu dan tidak bermaksud demikian. Novel romantis, majalah dan film mendapat keuntungan dengan mengjual konsep soul mate. Tetapi, apakah memang ada seseorang yang telah ditakdirkan untuk menikah dan berbahagia dengan kita sampai seumur hidup? Saya tidak akan berbohong dan berkata saya tidak menangis saat pertama mendengar Jerry Maguire (dalam film berjudul sama) berkata "Engkau membuat saya lengkap." Saya sama bersalahnya dengan orang lain dalam mempercayai kemungkinan bahwa Tuhan telah memilih dengan tangan-Nya sendiri seorang pasangan bagi saya, dan kami akan berada dalam suatu kehidupan yang berbahagia selamanya. Namun, saya juga seorang realis, sehingga saya mulai mencari melalui dua sumber yang paling saya percayai: Google dan Alkitab. Pencarian saya selanjutnya adalah menelaah apa yang Tuhan katakan tentang soul mate. Sayangnya, saya tidak dapat menemukan kata "soul mate" dalam konkordasi dari ketiga versi Alkitab yang saya miliki. Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi seorang pelacur, tetapi Ia tidak secara spesifik menyebutkan Gomer. Pelayan yang menemukan Rebeka di sumur bagi Ishak, tidak mencari Rebeka. Ia mencari perempuan pertama yang memberi air bagi onta-ontanya dan setuju untuk meninggalkan keluarganya. Salomo memiliki paling tidak 300 istri, apakah setiap mereka merupakan soul mate Salomo? Karena Alkitab tidak menawarkan hasil seperti apa yang saya percayai, saya mulai bertanya pada beberapa pendeta. Secara mengejutkan, tidak ada di antara mereka yang memberikan pernyataan yang sesuai dengan teori soul mate. Salah satunya bahkan bertanya: Bagaimana kita mengkategorikan seorang janda yang menikah lagi? Seorang lainnya mengemukakan tentang tingginya angka perceraian dan berkata, "Orang kadang-kadang meninggalkan hubungan cinta dan pernikahan karena hubungan itu merupakan suatu kerja keras dan mereka percaya bahwa "orang yang tepat" masih ada di luar sana." Hal itu merupakan konsep yang tidak biasa: Menikah dengan siapa saja dapat berlangsung dengan baik asalkan kita mengikuti tuntunan Tuhan dan berkomitmen pada -Nya setiap hari. Hal itu masuk akal, meskipun saya telah melihat banyak orang yang jatuh cinta dan patah hati lebih cepat daripada mereka mengganti kaus kaki. Apabila kita bertumpu kepada perasaan jatuh cinta, maka hal itu secara jelas tidak akan berlangsung dengan baik. Di atas segala alasan, saya tidak mau membeli teori soul mate dan itu lah yang menyebabkan saya tidak pernah membayar sebesar US $ 49.95 pada sebuah situs internet yang tidak tahu apa pun tentang saya untuk menemukan soul mate dari daftar wanita yang juga membayar sebesar US $ 49.95. Sumber. Jawaban.com | |||
Subscribe to:
Posts (Atom)
