19 May 2008

Dari Euforia Cinta ke Cinta yang Dewasa (2)

Pada artikel sebelumnya telah dibahas perbedaan antara tahap euforia cinta dan cinta yang dewasa. "Jatuh" (jatuh cinta) adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali kita, sedangkan "membangun" adalah proses bertumbuh yang dilakukan secara sadar. Jadi bagaimana kita terus bertumbuh dalam cinta? Bagaimana kita bisa berpindah dari euforia cinta ke cinta yang dewasa dan keintiman yang sesungguhnya?

Pohon yang besar dan rindang tidak bertumbuh dalam waktu semalam atau setahun, tapi seumur hidup. Begitu pula dengan cinta yang dewasa. Itu merupakan komitmen seumur hidup yang membutuhkan kesabaran, keyakinan, disiplin, konsentrasi, iman, dan praktek harian. Jika Anda hanya mengusahakan cinta beberapa kali dalam waktu setahun, hubungan Anda akan menjadi layu dan mati perlahan-lahan. Usaha harus dilakukan setiap hari untuk mempertahankan hubungan Anda, entah itu dengan pasangan, anak, atau rekan kerja.

Bertumbuh dalam cinta yang dewasa membutuhkan kesabaran. Anda perlu mengenal pasangan Anda sebaik Anda mengenal diri sendiri, yang membutuhkan waktu. Keluhan yang paling sering saya dengar adalah, "Saya tidak punya waktu." Cinta yang dewasa membutuhkan waktu dan harus menjadi prioritas. Saya tidak mengatakan Anda harus menghabiskan setiap menit setiap hari bersama pasangan Anda. Yang terutama adalah kualitas, dan kuantitas mengikuti, serta kesabaran dan disiplin untuk melakukannya setiap hari. Satu-satunya cara Anda mengenal pasangan Anda, adalah dengan berkomunikasi setiap hari. Mungkin ada hari-hari dimana Anda stress karena pekerjaan atau disibukkan dengan hal-hal lain, tapi anda perlu mempunyai disiplin untuk meluangkan waktu bersama pasangan Anda dengan komunikasi yang berarti.

Setiap hari di tempat kerja, Anda bercakap-cakap dan berkomunikasi dengan rekan kerja yang lain. Dalam banyak kasus, Anda melakukannya untuk mengumpulkan informasi untuk meningkatkan kualitas hasil kerja Anda. Hubungan Anda tidak jauh berbeda. Ambil waktu untuk melihat foto-foto lama, film, atau video dari kehidupan masing-masing. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk berbagi pengalaman dimana Anda dan pasangan masing-masing telah bertumbuh. Mengijinkan pasangan Anda untuk mengetahui seperti apa masa kecil Anda membuat dia dapat melihat seseorang yang telah bertumbuh menjadi Anda saat ini. Dibutuhkan keberanian untuk menjadi terbuka dan berbagi tentang siapa Anda sebenarnya, dan saat inilah keintiman terbangun. Anda tidak hanya berbagi masa lalu dengan orang yang Anda cintai, Anda juga memberikan diri Anda sendiri kesempatan untuk kembali mengenang ingatan, kenangan, dan perasaan Anda.

Berbagi seperti ini bisa mengeluarkan emosi dan diri sendiri yang asli. Mengunjungi kembali lingkungan yang lama, sekolah yang lama, dan tempat favorit untuk hang out membuat kita bisa berbagi dengan pasangan kita, dengan ketulusan dan kejujuran. Inilah yang akan menciptakan dasar yang akan membuat benih Anda bertumbuh. Pada awal hubungan, hal ini mudah dilakukan, tapi seiring waktu berjalan, dibutuhkan lebih banyak konsentrasi dan disiplin untuk saling berbagi. Waktu untuk satu sama lain sangatlah penting. Mungkin dengan kencan pada malam-malam tertentu, rekreasi berdua, atau berbelanja bersama merupakan waktu intim untuk Anda berdua, sehingga Anda bisa saling berbagi pemikiran dan pengalaman sehari-hari.

Jangan lupakan hal-hal kecil. Ingatlah hal-hal yang pernah Anda lakukan satu sama lain semasa euforia cinta. Kartu-kartu, email, bunga, surat cinta, hadiah-hadiah, dan waktu yang dengan mudah Anda berikan. Semua itu tidak harus berhenti, bahkan seharusnya tidak berhenti. Semua itu adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan cinta Anda untuk satu sama lain. Agar benih cinta Anda dapat bertumbuh menjadi dewasa, Anda harus melakukan praktek mencintai dalam hidup sehari-hari Anda.

Tidak ada yang mengatakan bahwa hidup itu mudah. Seiring Anda dan pasangan Anda bertumbuh bersama, Anda akan mengalami pergolakan. Tidak ada hal yang akan sempurna selamanya, hidup mempunyai saat-saat naik dan turunnya, dan begitu pula dengan hubungan Anda. Anda membutuhkan kesabaran untuk melalui saat-saat badai, dan iman untuk bersama-sama melalui saat-saat buruk akan memperkuat cinta Anda. Ini adalah tentang mengalami hidup, mengalami bagian yang baik dan bagian yang buruk, itulah yang membuat hubungan cinta kaya dan unik. Ketika hidup sedang sulit, itu adalah kesempatan bagi Anda dan pasangan Anda, bersama-sama, untuk membangun dan memperkuat cinta dewasa yang Anda miliki untuk satu sama lain. Adalah penting untuk melihat masa-masa kehidupan yang membuat stress sebagai pengalaman "kita bersama-sama menghadapi dunia". Sangan disayangkan banyak pasangan yang mengijinkan saat-saat sulit dalam hidup malah memisahkan mereka, ketika saat-saat itu seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk bersatu.

Semua ini tergantung sikap Anda dan sudut pandang yang Anda pilih. Cinta yang dewasa dibentuk oleh 2 orang yang dengan sadar berusaha bertumbuh bersama sebagai satu kesatuan. Itu tidak terjadi begitu saja. Saat kebersamaan ada dalam hubungan Anda, tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi. Untuk dapat bertumbuh dalam cinta yang dewasa bersama-sama, Anda harus sabar, mempunyai keyakinan, dan iman pada hubungan Anda, mempunyai cukup disiplin untuk meluangkan waktu satu sama lain, memfokuskan diri pada hal-hal yang positif dan menhadapi hal-hal yang negatif. Latihlah ini setiap hari, belajarlah seni mencintai, dan Anda berdua akan mengalami cinta yang dewasa bersama-sama.

Relationship


Dari Euforia Cinta ke Cinta yang Dewasa

Anda baru saja meresmikan hubungan anda dengan seseorang yang anda sukai, dan sedang mengalami euforia cinta: romantisme, hasrat yang menggebu-gebu, perasaan yang selalu di "awang-awang"... Mungkin Anda merasa memang seperti itulah yang namanya jatuh cinta. Sekarang pertanyaan saya, "Bagaimana kita bisa mencapai level cinta yang berikutnya?" Menurut pendapat saya, cinta yang dewasa adalah tentang "membangun", bukan "jatuh". "Jatuh" adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali kita, sedangkan "membangun" adalah proses bertumbuh yang dilakukan secara sadar. Jadi bagaimana kita terus bertumbuh dalam cinta? Bagaimana kita bisa berpindah dari euforia cinta ke cinta yang dewasa dan keintiman yang sesungguhnya?

Apa yang Anda miliki pada awal hubungan Anda adalah benih yang kecil: permulaan dari sesuatu. Pada tahap awal hubungan cinta, dengan intensitasnya, hasratnya, dan kedekatan fisiknya memang terasa seolah-olah sepertinya benih cinta itu telah tumbuh menjadi pohon dalam waktu semalam. Namun kenyataannya, selama tahap ini, hubungan cinta Anda masih berupa benih kecil itu. Saat Anda menanam benih, benih itu mulai tumbuh dan berkembang. Dalam tahap euforia cinta, Anda dan pasangan Anda seperti benih. Cinta anda hanya baru mulai bertumbuh. Anda mungkin merasa sudah setinggi 40 kaki, tapi kenyataannya Anda masih setinggi 6 inci di permukaan tanah. Sama seperti benih yang membutuhkan perawatan dan kasih sayang untuk bertumbuh, begitulah juga hubungan cinta. Tanamlah benih Anda di tanah yang subur, beri nutrisi dan air yang cukup, dan sinar matahari akan menghasilkan pohon muda yang kuat dan sehat, yang mempunyai kesempatan untuk bertumbuh lagi menjadi pohon dewasa yang rindang dan kokoh. Jika benih atau pohon muda itu dibiarkan begitu saja atau diabaikan dalam tahap pertumbuhannya, maka dia akan melemah dan memburuk. Dan jika benar-benar diabaikan, maka dia akan mati. Hal yang sama juga berlaku pada hubungan cinta.

Cinta adalah sesuatu yang hidup, bertumbuh, dan dinamis. Cinta bertumbuh dalam tahapan-tahapan yang membutuhkan makanan dan perhatian untuk dapat berkembang. Tanpa perawatan yang tepat, cinta akan lenyap perlahan-lahan. Mari kita lihat bahan pertama yang dibutuhkan untuk menumbuhkan sebuah benih: tanah. Tanah adalah Anda dan pasangan Anda sebagai individual. Kondisi tanah harus mempunyai semual elemen yang tepat untuk merangsang pertumbuhan. Mencintai diri sendiri yang sehat adalah dasar dari tanah yang subur. Agar cinta dapat bertumbuh, baik Anda maupun pasangan Anda perlu berbahagia dan utuh dengan diri sendiri. Banyak dari kita mencari pasangan untuk menyelamatkan atau membuat kita utuh, untuk membuat kita bahagia. Itu tidak akan berhasil, karena semuanya dimulai dari diri Anda dan pasangan masing-masing sebagai seorang pribadi. Jika Anda tidak mencintai diri sendiri, Anda tidak akan bisa mencintai orang lain.

Sebelum Anda masuk ke hubungan cinta yang dewasa, Anda, sebagai individu, harus tahu siapa diri Anda, apa yang Anda butuhkan, dan apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Anda harus melakukan semuanya sendiri lebih dulu. Jika Anda masih marah, menyimpan kepahitan dan rasa sakit, atau belum berurusan dan menyelesaikan beban-beban emosional dari masa lalu, Anda belum siap untuk cinta yang dewasa. Tanah Anda belum cukup sehat untuk menampung dan mendukung pertumbuhan sesuatu yang lebih besar dibanding diri Anda sendiri. Anda harus jujur dengan diri Anda sendiri untuk mengetahui apakah Anda benar-benar siap untuk menjalani hubungan cinta yang dewasa.

Jika Anda menemukan diri Anda selalu mengakhiri hubungan ketika masa euforia cinta berakhir, Anda perlu merenungkan kembali dan membereskan diri Anda. Orang lain bukanlah masalahnya, tapi Anda. Seringkali kita mudah menyalahkan orang lain atau situasi untuk kesulitan kita, terutama jika menyangkut masalah hati. Jujurlah dengan diri Anda sendiri, Kita semua manusia: kita tidak sempurna, kita mempunyai kekurangan. Jika Anda menemukan diri Anda selalu berpindah dari hubungan kekerasan yang satu ke hubungan kekerasan yang lain, Anda harus bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya selalu tertarik dengan tipe orang seperti itu? Mengapa saya selalu memilih untuk menjadi korban? Mengapa saya selalu mengulangi pola yang sama?"

Jika beberapa pasangan meninggalkan Anda, mengeluh bahwa Anda terlalu mengekang mereka, mungkin Anda perlu bertanya pada diri sendiri mengapa Anda merasa begitu tidak aman. Jika Anda pernah melalui hubungan-hubungan dimana Anda selalu mengorbankan impian dan tujuan Anda serta individualitas Anda, untuk orang lain, mungkin Anda perlu bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya ingin hidup dalam kehidupan melalui orang lain?" atau "Mengapa saya mengorbankan diri saya dalam porsi yang sangat berlebihan untuk orang lain?" Ketika Anda memeriksa diri Anda sendiri dan merasa nyaman dengan siapa diri Anda sebenarnya, ketika Anda telah mampu jujur terhadap diri sendiri, Anda siap berkomitmen untuk cinta yang dewasa.