17 May 2008

Mengenali Diri Sendiri

Pernahkah anda mendengar sebutan seperti; ‘muka tembok' atau ‘kulit badak' ? sebutan ini biasanya ditujukan untuk orang yang terlalu percaya diri atau over confident. Orang yang over confident memang terkesan percaya diri dan tidak tahu malu atau tidak tahu diri. Sehingga sering dijuluki seperti itu, untuk menggambarkan betapa orang yang over confident itu tidak mampu menempatkan diri dalam norma yang seharusnya.

Dengan demikian, maka orang yang percaya diri, seharusnya mampu menempatkan dirinya dalam norma yang berlaku tanpa merasa rendah diri. Ini berarti letak percaya diri adalah diantara over confident dengan lower confident. Orang yang merasa lower confident cenderung merasa malu dan segan, sehingga terkesan tertutup dan pemalu. Biasanya, orang yang merasa lower confident, memiliki sikap-sikap seperti; pesimis, tidak berani menerima tanggung jawab, tidak berani mengungkapkan pendapatnya, dan cenderung menutup diri. Hal-hal ini, tentunya akan sangat merugikan, karena dapat menjadi penghalang orang tersebut untuk maju atau berhasil.

Tetapi, menjadi persoalan adalah tidak mudah untuk memiliki percaya diri. Salah satu syarat untuk memiliki kepercayaan diri adalah memiliki rasa berharga terhadap diri sendiri. Kalau anda perhatikan orang-orang yang memiliki kepercayaan diri, umumnya memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan.

Kebanggaan inilah yang membuat orang tersebut merasa dirinya berharga, sehingga mereka bisa ‘tampil' dengan penuh percaya diri. Sebaliknya, jika anda perhatikan orang yang lower confident, umumnya adalah orang yang merasa dirinya kurang berharga, bahkan tidak berharga. Mereka merasa dalam diri mereka tidak ada sesuatu yang dapat dibanggakan. Akibatnya, mereka tidak mampu ‘tampil' dengan kepercayaan diri yang penuh.

Sebaliknya lagi, orang yang over confident adalah orang yang terlalu merasa dirinya berharga. Mereka mempunyai sesuatu dalam dirinya yang membuat mereka merasa lebih dari orang lain. Sehingga mereka dapat dengan nyaman untuk ‘tampil' atau melakukan perbuatan yang orang kebanyakan rasa malu melakukannya.

Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat memiliki rasa berharga yang akan membuat kita percaya diri? Ada beberapa kesalahan yang terjadi sehubungan dengan memiliki rasa berharga dalam diri. Dibawah ini adalah penjelasan beberapa kesalahan-kesalahan itu dan penjelasan membangun rasa berharga yang sebenarnya :

1. Rasa berharga yang diperoleh secara fisik
Maksudnya orang tersebut merasa berharga karena mengetahui bahwa ia secara fisik itu cantik, tampan, bertubuh atletis bagi pria, atau langsing bagi wanita, dsb. Mengapa rasa berharga ini saya bilang salah, karena kepercayaan diri yang akan ia miliki bergantung kepada fisiknya. Selama fisiknya tetap cantik atau tubuhnya tetap langsing, misalnya atau selama ia tetap tampan dan fisiknya tetap atletis, ia masih memiliki kepercayaan diri.

Tetapi, bila terjadi musibah kecelakaan, dan fisiknya terkena akibat musibah itu apakah ia masih punya kepercayaan diri? Bila melihat fisiknya sudah tidak cantik lagi atau fisiknya sudah cacat dan melihat ada orang yang cantik atau tubuh yang atletis, apa ia masih bisa percaya diri? Jadi, tidak bisa membangun kepercayaan diri berdasarkan rasa berharga yang diperoleh secara fisik. Fisik itu sangat labil atau mudah berubah, tidak bisa dijadikan dasar untuk percaya diri.

Oleh karena itu, tidak perlu merasa rendah diri kalau secara fisik kita merasa tidak cantik atau tidak langsing malah langsung. Bagi pria, tidak tampan, malah bertumbuh pendek, berkulit hitam, ber-rambut kriting, dan hidup lagi. Ingatlah, sekalipun, secara fisik anda kurang bahkan cacat, tetapi kepercayaan diri tidak bisa dibangun dari rasa berharga yang diperoleh secara fisik.

2. Rasa berharga yang diperoleh karena kaya secara materi

Banyak juga orang yang membangun rasa percaya dirinya melalui harta kekayaan yang ia miliki. Tidak heran karena dimana-mana orang kaya selalu dihargai dan dihormati oleh orang yang tidak mampu. Perhatikan saja, bila orang kaya masuk toko, pelayan pasti menyambutnya dengan ramah dan penuh rasa hormat. Bila pelayanan tidak baik, maka orang kaya itu akan marah karena merasa tidak dihargai. Sebaliknya, bila orang yang miskin, adakalanya dibiarkan saja atau tanpa sambutan yang ramah.

Begitu juga didalam kehidupan bermasyarakat, orang kaya menjadi tokoh terhormat yang menduduki kursi-kursi terhormat dan duduk bersebelahan dengan para pejabat. Sebaliknya, orang miskin mungkin tidak mendapatkan kursi dan tinggal berdiri diluar tenda. Oleh karena itu, orang kaya sering terlihat ‘tampil' dengan penuh percaya diri. Karena, sekalipun ia hanya memakai celana pendek dan kaos oblong, orang yang tahu dia orang kaya akan tetap menghormati atau menghargainya. Pada akhirnya, banyak orang berusaha untuk kaya, agar dihormati dan dihargai orang lain.

Tetapi, kekayaan secara materi tidak bisa di jadikan dasar untuk memiliki kepercayaan diri. Sebagai contoh; seseorang yang merasa dirinya berharga karena memiliki kekayaan. Ia akan kehilangan harga dirinya bersamaan dengan hilangnya kekayaan yang ia miliki. Secara otomatis, ia pun akan kehilangan rasa percaya dirinya karena sudah kehilangan harga dirinya. Bahaya sekali apabila anda mengantungkan harga diri anda dengan harta kekayaan.

Beberapa orang, memilih untuk mengakhiri hidupnya (bunuh diri) setelah tahu bahwa ia sudah tidak kaya lagi atau usahanya sudah bangkrut, dsb. Orang-orang tersebut memilih mati daripada hidup tanpa kekayaaan. Mereka berpikir diri mereka sudah tidak ada artinya atau tidak berharga tanpa kekayaaan yang mereka miliki.

3. Rasa berharga yang diperoleh dari kedudukan/jabatan dan kekuasaan

Tidak berbeda dengan orang-orang yang mendasarkan harga dirinya melalui kekayaan. Mendasarkan harga diri pada kedudukan/jabatan dan kekuasaan merupakan hal yang berbahaya juga. Seorang jendral yang meletakan harga dirinya pada kekuasaannya. Ia akan merasa tidak berarti atau berharga setelah ia pensiun karena tidak ada lagi yang menghormatinya. Sebab, ia sudah tidak berkuasa lagi dan orang yang dahulu membutuhkannya kini meninggalkannya dan mencari jendral yang masih aktif. Seorang ketua yang merasa berharga karena kedudukannya. Ia akan kehilangan harga dirinya setelah tidak lagi menjabat sebagai ketua dan orang-orang tidak menghormatinya lagi.

Seorang pejabat yang merasa berharga karena ia bukan seperti rakyat biasa, melainkan pejabat pemerintah. Ketika, ia tidak menjabat lagi dan kembali menjadi rakyat biasa, maka iapun kehilangan rasa berharganya. Begitu juga dengan keluarga yang menaruh harga diri mereka kepada orang tua atau suami/istri mereka yang menjabat atau berkuasa. Ketika, orang tuanya atau suami/istrinya tidak lagi menjabat, maka hilang pula harga diri mereka. Orang-orang yang mendasarkan harga diri mereka kepada kekuasaan atau jabatan, akan berhadapan dengan masalah kejiwaan. Beberapa diantara mereka ada yang menjadi gila atau sakit jiwa karena tidak mampu menghadapi kenyataan. Biasanya, mereka selalu dihormati, dihargai, dilayani, kini tidak ada ada lagi. Mereka tidak tahan melihat orang dihormati, dihargai, dan dilayani seperti mereka dulu. Hal itu akan membuat air mata mereka mengalir atau mereka menjadi stress sendiri. Karena mereka tidak lagi merasa berharga seperti dulu ketika mereka masih menjabat atau ketika orang tua atau suami/istri mereka masih menjabat.

Jadi, kedudukan/ jabatan dan kekuasaan yang dimiliki itu hanyalah bagian dari pekerjaan. Ingatlah, harga diri anda tidak ditentukan dari apa pekerjaan anda atau apa kedudukan anda.

4. Rasa berharga yang diperoleh karena memiliki kepandaian atau kemampuan

Ada juga orang-orang yang membangun harga dirinya melalui kepandaian, kemampuan atau ketrampilan yang mereka miliki. Mereka merasa berharga karena mereka cerdas secara intelektual, atau terampil bermain musik, atlet olah raga, dsb. Keahlian mereka adalah harga diri mereka. Ini juga salah karena kepandaian, kemampuan atau ketrampilan setiap orang itu terbatas. Tidak ada manusia yang selalu benar atau selalu bagus, akan selalu ada saat, ia lalai atau melakukan kesalahan. Ada pepatah yang berbunyi," sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga."

Sepintar apapun dia, seahli apapun dia, atau seterampil apapun dia, tetap memiliki potensi untuk gagal atau berbuat kesalahan. Jadi, bila harga diri dibangun dari kepandaian atau kecerdasan, kemampuan atau ketrampilan, maka anda sedang bergantung pada akar yang rapuh. Contoh; seorang yang ahli bermain musik. Dalam konsernya, ternyata ia gagal memainkan musik yang seharusnya dan membuat penontonnya kecewa. Bila ia meletakan harga dirinya pada keahliannya, maka kegagalannya adalah hilangnya harga dirinya. Ia tidak lagi merasa berharga karena ia telah gagal memainkan musik dan membuat penontonnya kecewa. Oleh karena itu, tidak bisa membangun harga diri melalui kepandaian, kemampuan, atau ketrampilan. Karena ketika mereka gagal atau melakukan kesalahan, mereka akan dengan mudah kehilangan harga dirinya juga.

Waktu Sempurnanya Tuhan

Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." (Kejadian 29:18)

Pernahkah kamu menemui seseorang dalam suatu pertemuan dan sesuatu percikan terbang saat itu? Kamu memperhatikan bukan hanya warna mata orang itu namun juga kilauan di matanya yang tampaknya mengundang kamu untuk mengeksplorasi orang itu lebih dalam lagi. Itulah yang terjadi antara Yakub dan Rahel. Kejadian 29:17 mengatakan bahwa Rahel begitu menawan dalam penampilan dan juga cantik. Yakub jatuh cinta begitu dalam pada Rahel hingga ia bersedia bekerja buat ayah sang gadis selama tujuh tahun hanya untuk menikahinya.

Jika kamu dihadapkan pada situasi Yakub, maukah anda bekerja selama tujuh tahun untuk seorang yang kamu cintai? Coba pikirkan kembali apa yang kamu kerjakan tujuh tahun yang lalu. Apakah kamu bekerja pada pekerjaan yang sama seperti pekerjaan kamu saat ini? Menghadiri gereja yang sama? Berkumpul dengan orang yang sama?. Kehidupan kita berubah banyak selama tujuh tahun terakhir, bukankah begitu?

Bayangkan apa yang Rahel harus rasakan. Dia menemukan pria yang dia ingin nikahi dan kemudian harus sering berada disekelilingnya sepanjang tujuh tahun berikutnya tanpa bisa menikahinya. Dia pasti berjuang dengan kesangsian tentang apakah mereka akan menikah. Kemudian, ketika waktu akhirnya datang, dia mungkin saja mengalami kehancuran ketika menemukan bahwa ayahnya telah menipu pria yang dicintainya dengan menikahkan pria idamannya pada saudara perempuannya sendiri, Lea.

Apa yang Rahel mungkin tidak mengerti pada saat itu adalah bahwa Tuhan pada akhirnya membawa Juruselamat pada dunia melalui darah keturunan antara Yakub dan Lea. Yesus adalah keturunan dari pernikahan yang didasarkan atas kebohongan - paling tidak pada tingkatan yang mendunia - namun Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Rahel pada akhirnya menikahi Yakub dalam waktu terbaiknya Tuhan.

Tuhan mengarang peristiwa dalam kehidupan kita untuk menyajikan kemuliaanNya. Seperti halnya Rahel, kita tidak tahu waktu Tuhan untuk masa depan kita, namun kita dapat mempercayai bahwa seperti halnya Tuhan tahu apa yang sedang Dia kerjakan untuk Rahel, Dia juga tahu apa yang Dia kerjakan bagi hidup kita.

Menggali Lebih Dalam Kejadian 29:18

1. Apakah kamu pernah jatuh cinta pada seseorang hanya saja Tuhan mengatakan padamu untuk menunggu pernikahan?

2. Pernahkah kamu menanyakan tentang waktuNya Tuhan? Jelaskan...

3. Apa yang kamu lakukan selama periode penantian?

4. Pernahkah kamu berpikir tentang gambaran besarnya? Bahwa Tuhan sedang bekerja mengarang peristiwa dalam kehidupan kamu untuk kemuliaanNya? Atau anda justru lebih terfokus pada diri sendiri? Jelaskan...

5. Bagaimana ayat ini bisa mengubah jalan hidup kamu dalam menangani hubungan di masa depan jika Tuhan mengatakan pada kamu untuk menunggu pernikahan?


Anda Putus Cinta?

Hendak masuk tahun baru, kok malah putus cinta? Jangan panik, karena itu bukan akhir dari dunia. Ketahuilah bahwa seberat apapun rasanya, anda AKAN dan PASTI bisa melewati waktu-waktu ini dengan baik. Caranya?

Jika seseorang putus cinta, maka ia akan diperhadapkan dengan pilihan: apakah ia akan bergelut dengan perasaan sedih dan nelangsa yang makin lama akan menghancurkan hidupnya sendiri, atau ia mau bersikap tegar, berpikir positif, bertindak positif, supaya membuatnya lebih kuat dan bijaksana. Jikalau anda putus cinta, tentukan pilihan anda sekarang!

Ini adalah aturan dasar menghadapi putus cinta:

1. Jangan lupa bahwa rasa kehilangan dan kesedihan ini hanya bersifat sementara karena terbawa oleh perasaan dan keadaan.

2. Jangan malu atau takut untuk meminta dukungan teman-teman anda. Pastikan anda memilih teman yang bisa memberikan anda kekuatan positif. Jika perlu pilih teman yang pernah dalam posisi yang sama, namun telah berhasil keluar sebagai pemenang!

3. Ingatkan diri anda jika memang ia bukan untuk anda, di luar sana pasti ada orang lain yang JAUH LEBIH BAIK yang disiapkan Tuhan untuk anda.

4. Seperti apapun sebab putusnya hubungan anda, jangan pernah terjebak dengan kebiasaan menyalahkan diri sendiri. Lebih baik anda refleksi diri dan mengambil komitmen untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan ketimbang menyesali masa lalu.

5. Perhatikan diri sendiri. Jangan sampai anda menjadi sakit atau terlihat kumal akibat putus cinta.

6. Ingatlah bahwa di dunia ini, bukan anda satu-satunya orang yang pernah putus cinta. Masih banyak orang dengan masalah lain yang jauh lebih berat ketimbang masalah anda. Karena itu jangan sibuk mengasihani diri sendiri seolah anda adalah orang termalang di dunia.

7. Ingatlah bahwa jika anda diijinkan mendapat masalah ini, Tuhan pasti tahu bahwa anda sanggp menghadapi dan mengatasinya.

8. Berdoalah. Ketahuilah hanya Tuhan yang sanggup membantu anda secara total dalam mengahadapi masalah putus cinta. Ia ahlinya!

Berikut ini adalah langkah praktis menghadapi putus cinta:

1. Pastikan anda tidak menyentuh alkohol, rokok atau terjebak dalam "pelarian-pelarian" negatif lain yang bisa menjerumuskan anda kedalam masalah baru.

2. Jangan coba menghubungi mantan anda jika anda masih dalam keadaan rentan. Sebaiknya tenangkan diri dulu supaya setiap perbincangan dengan mantan adalah perbincangan dengan kepala dingin.

3. Jangan tonton film memori anda berdua atau pergi ketempat memori berdua dengan sengaja. Itu hanya akan memperburuk keadaan.

4. Jangan pernah mengunci diri di kamar sambil mendengar lagu-lagu tentang putus cinta. Musik dapat masuk ke alam bawah sadar dan mendorong seseorang untuk mengasihani diri bahkan melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain.

5. Jangan pernah tergoda untuk melakukan balas dendam, menguntit mantan anda, atau melakukan hal aneh lainnya.

6. Ambil cuti kerja jika memang perlu daripada performa kerja anda berpengaruh akibat masalah ini.

7. Jangan mengembangkan kebiasaan makan banyak secara tiba-tiba untuk mengalihkan stress.

8. Jangan simpan foto mantan anda di dompet.

9. Menangis itu wajar, asal jangan sampai larut berminggu-minggu.

10. Jangan langsung mencari "korban" pelampiasan cinta anda. Berteman saja sebanyak-banyaknya dan nikmati pergaulan dengan banyak orang. Mumpung single! Siapa tahu teman hidup anda yang sebenarnya ada diantara teman-teman anda tersebut.

11. Jangan melulu obrolkan masalah putus cinta anda. Ganti subjek pembicaraan.

12. Mulailah kebiasaan baru yang baik untuk anda. Ubah pola makan sehat, rutin pergi ke pusat kebugaran, atau rajin ke salon misalnya. Sehabis putus cinta, anda bisa menjadi orang yang terlihat lebih menarik dari sebelumnya.

Dengan menerapkan hal-hal diatas, putus cinta tidak lagi menjadi kengerian yang mengahancurkan. Justru inilah saat anda berlatih menghadapi masalah sampai masalah tersebut tuntas dan tidak lagi mengganggu kehidupan anda.

Dan setelah anda menang, jangan lupa untuk membantu memberi kekuatan dan nasehat bagi teman-teman anda yang putus cinta! We all can make it
Mencari Pasangan Hidup

Seorang wanita pernah menulis pada saya: Saya berusia 30 tahun dan sedang mempertimbangkan untuk mendaftar di sebuah layanan kontak jodoh Kristen. Saya mendapatkan nasehat yang bertentangan dari teman-teman Kristen saya tentang ini. Beberapa mengatakan saya seharusnya tidak mencari suami, tapi Tuhan yang akan menyediakan pasangan untuk saya pada waktu yang tepat. Yang lain mendorong saya untuk bersikap proaktif dan mendukung rencana saya. Apa yang seharusnya saya lakukan?

Lebih mudah untuk membuat kesalahan dengan mempercayai pendekatan yang "super spiritual" dalam hal pasangan hidup, mengharapkan hanya Tuhan yang bekerja untuk menjodohkan anda. Berdoa dan bersikap bijaksana memang sangat penting untuk memimpin anda, namun hal yang tak kalah pentingnya yaitu terlibat dalam prosesnya. Alkitab penuh dengan contoh dari orang-orang yang bersikap proaktif dalam bertemu dengan pasangan mereka. Dan sebuah kontak jodoh Kristen dapat menjadi salah satu bantuan dalam menghubungkan anda dengan orang-orang yang mempunyai minat dan nilai-nilai yang sama dengan anda. Saya mengenal beberapa pasangan suami istri bahagia yang bertemu dengan cara seperti ini.

Jika anda memilih cara ini, ada 3 hal yang perlu anda perhatikan:

1. Jangan tergoda untuk menampilkan diri anda sebagai orang yang berbeda dari siapa diri anda yang sebenarnya. Jadilah diri sendiri.

2. Perhatikan karakter-karakter yang anda ingin temukan dalam diri calon pasangan anda. Saya telah melihat terlalu banyak lajang yang ingin segera berkencan tidak memperhatikan dan mengenali adanya masalah-masalah dalam diri calon pasangannya. Mereka sering jatuh dalam mitos, "Aku akan mengubahnya." Anda tidak akan bisa, jadi lebih baik jangan mencobanya.

3. Tuhan menyatakan kehendakNya dengan berbagai cara dan kita harus mengesampingkan pemikiran bahwa ada formula yang dapat diprediksi yang dapat diikuti untuk mendapatkan pasangan.

Satu peringatan :

Keinginan untuk cinta yang terlalu dalam dengan mudah dapat menjadi tujuan hidup yang sangat berlebihan. Buanglah godaan untuk menjadi terobsesi dalam mencari pasangan hidup. Melibatkan Tuhan dan mengikuti pimpinanNya dalam kehidupan cinta dan hubungan anda membutuhkan roh yang mau mendengar, dan terkadang strategi yang pintar. Doa, konseling yang bijak, dan roh yang taat akan arahan Tuhan adalah sangat penting.


Yang Jomblo Nggak Usah Stress

Bulan ini melompat kedalam kehidupan kami dan membawa setumpuk undangan pernikahan. Untuk seorang lajang Kristen, kartu cantik yang tersaji mengundang lebih dari sekedar sebuah acara pesta : pesta pernikahan dan juga pesta mengasihani diri. Dengan pikiran itu dalam benak kita, bulan Juni adalah bulan yang sempurna bagi kita, sebagai lajang Kristen, untuk menambahkan sejumlah iman terhadap kehidupan yang terisi dengan berbagai tekanan.

Sebagai seorang lajang dengan sejumlah tanggung jawab penuh tekanan, saya tahu apa artinya "penderitaan akibat stress". Sebagai seorang penulis, pembicara, kolumnis, dan penyanyi, saya sesekali merasa begitu terkoyak-koyak sehingga saya kuatir rambut saya mungkin saja sampai rontok (Hanya becanda tentunya). Namun serius, saya telah belajar bagaimana mengelola stress adalah sesuatu yang berat. Tapi saya berharap untuk membuatnya jadi mudah untuk anda.

Ketika Saya Amat Tertekan

Ketika saya merasa tertekan, itu karena ketidakseimbangan dalam kehidupan saya : terlalu banyak hal untuk dilakukan dalam waktu yang sedikit!, Jadi, sebagai seorang single, saya telah belajar bagaimana menangani diri saya seperti seorang pasangan akan memperlakukan saya. Sebagai contoh, banyak pasangan mengatakan satu sama lain ketika "cukup adalah cukup". Saya harus memasang batasan saya sendiri. Hal itu mendapatkan seni tersendiri. Sebagai cara menyelamatkan diri, kita harus mempelajarinya.

Mengenai tanggung Jawab

Seringkali, orang yang telah menikah memakai pernikahan untuk keuntungan mereka. Mereka akan mengatakan : "Saya tidak tahu apakah suami/istri saya ingin saya melakukan hal ini. Saya akan bicara tentang ini padanya". Kita sebagai seorang lajang Kristen tidak punya keuntungan seperti itu.

Namun, coba terka? Kita punya keuntungan yang lebih gemuk daripada yang dilakukan orang yang menikah!. Kita dapat mengatakan, dengan ketulusan yang besar, bahwa kita sebagai seorang lajang secara istimewa berada dekat dengan Tuhan dan perlu untuk bicara seputar isu ini dengan Tuhan. Bagi saya sendiri, itulah kebenaran.

Saya telah mengumpulkan 10 tips untuk lajang yang mengalami stress atau tekanan. Sepanjang berkaitan masalah itu, saya memformulasi 5 tips untuk lajang yang ingin menumbuhkan kemampuan melalui pelayanan dimana pada akhirnya akan menolong mereka menjadi pasangan yang lebih baik.

Apakah kesendirian meninggalkan masalah kelembutan? Perkataan yang empuk dan renyah di mulut kita? Jika demikian, ada berita baik : kita dapat menikmati potongan kehidupan dalam Tuhan sementara kita masih melajang dan ketika kita menikah.

Segera dapatkan bagian dalam pelayanan, petualangan, kesenangan yang sederhana, dan kesenangan yang berpusatkan pada Tuhan dan isilah kehidupan lajang kita dengan bumbu yang baik! Jangan tunggu bumbu itu ada sementara kita menanti pasangan itu muncul.

Tips Bagi Lajang untuk Mengikis Stress

1. Menjadi seperti anak-anak! Berhenti mencoba "belagak dewasa". Kembali seperti anak-anak - seperti anak tanpa dosa dan percaya pada Tuhan dengan sepenuh hati. Jika perlu, ketika tidak ada seorangpun yang memperhatikan, mainkan kembali mainan anak-anak.

2. Lari ke tempat yang sunyi. Idealnya satu tempat yang dikelilingi dengan keindahan alam. Matikan hp, laptop, iPod dll. Hanya nikmati alam saja.

3. Corat Coret. Tingkat kemampuan tidaklah masalah. Poinnya adalah untuk mengekspresikan diri anda secara bebas. Sebagai contoh : gambarlah apa saja di karton yang lebar.

4. Lakukan sesuatu yang benar-benar menyenangkan. Jangan menunggu kencan. Untuk sejumlah orang, ini artinya menghadiri event olah raga atau pemutaran film. Pilihlah aktivitas yang menyenangkan dengan kebutuhan tanggung jawab yang paling minim.

5. Bicarakan dengan anggota keluarga atau teman. Jadilah selektif. Sejumlah orang yang tidak tepat justru menciptakan stress.

6. Berinteraksi dengan hewan peliharaan. Jika anda tidak punya hewan peliharaan, pergilah ke teman atau anggota keluarga yang memiliki hewan peliharaan, burung atau ikan hias.

7. Tolonglah orang lain yang memiliki stress lebih berat dari anda. Itu benar-benar akan meminimalkan perasaan yang dalam terhadap masalah ketika seseorang melihat orang lain dengan kesulitan yang lebih berat. Tidak perlu dengan cara yang rumit, kartu ucapan simpati atau telepon bisa dilakukan.

8. Berdoalah melalui ayat dalam kitab Mazmur. Untuk saya, ini akan mengurangi stress yang memicu depresi.

9. Kurangi begadang, perbanyak jam tidur. Ya, anda membaca sesuatu yang benar!. Ini pada kenyataannya menyelamatkan waktu dalam jangka panjang. Setelah semuanya, kita akan jauh lebih fokus dan energik ketika kita memiliki cukup tidur.

10. Konsumsi vitamin B-Kompleks dan Kalsium. Dua suplemen ini yang benar-benar menolong saya. Pastinya, lakukan konsultasi dengan paramedis atau dokter anda. Lalu, belilah suplemen itu di toko obat terdekat.

11. Rawat tubuh anda. Pakailah sepatu yang menunjang dan baju yang nyaman (tentunya bagus secara fashion). Lakukan peregangan badan. Lakukan pemijatan. Beli bantal yang empuk. Semuanya itu pantas untuk anda.

12. Sederhakan. Prioritaskan diri anda untuk melakukan yang ada dalam daftar. Hilangkan hal-hal yang tidak diperlukan. Cobalah untuk melihat ke belakang dan berpura-pura menjadi manajer untuk menangani semua hal.

5 Tips Penjangkauan untuk Lajang Kristen

Tips ini membangun kualitas pribadi yang membuat orang menjadi pasangan yang lebih baik kelak :

1. Lakukan penjangkauan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga melalui kegiatan relawan di rumah-rumah rehabilitasi. Percayai saya : Menunggu orang (pasanga) terbaik dari Tuhan atau menghidupi kehidupan sebagai seorang lajang benar-benar akan kelihatan jauh lebih menarik ketika dibandingkan dengan mereka yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ini membangun empati yang dalam dan juga kepedulian.

2. Relakan anda diri untuk melayani di bagian pelayanan gereja atau memberikan perhatian pada anak-anak teman. Atau menjadi sponsor dan berkorespondensi dengan anak-anak diseluruh dunia melalui misi Kristen yang menjangkau dunia. Bekerja dan berkorespondensi dengan anak-anak menjadikan kita keluar dari komplikasi orang dewasa. Itu juga memberikan orang-orang kesempatan untuk belajar bagaimana untuk mempedulikan masa depan anak-anak atau mengasihi anak-anak secara emosional, spiritual, dan kebutuhan fisiknya. Tetap "terlatih" dengan anak-anak adalah kemampuan yang tak ternilai baik untuk pria atau wanita dewasa.

3. Hiburlah penghuni rumah jompo atau yatim dengan nyanyian, bacaan, permainan atau menyumbang pada keberadaan orang lain. Hal ini selalu memberikan perspektif yang baru. Hal ini mengajar orang tentang ketangkasan hidup dan nilai penting kehidupan bagi Tuhan - apakah dia seorang lajang atau menikah; tua atau muda. (Kita yang lajang merasa lebih muda dan merdeka ketika kita mengunjungi orang yang lebih tua yang memanggil kita dengan sebutan "nak"). Sebagai tambahan, hal ini akan menyiapkan kita untuk tahap kehidupan masa depan.

4. Jangkau para janda tua dan duda di gereja anda. sebagai lajang, kita tahu perasaan kehilangan seseorang yang belum pernah kita temui. Bayangkan rasa sakit kehilangan seseorang. Kenalkan diri kita pada mereka, maka dukacita mereka akan meringankan beban penantian kala menanti seorang yang kita cintai. Kumpulkan hal itu sekarang dan sadari bahwa Surga hanya berada sekeliling arena kita untuk menjaga perspektif kita tetap sehat dan tetap terjaga.

5. Ambil bagian dalam pelayanan kabar baik. Fokus pada kenyataan bahwa, tidak masalah apakah kita menikah atau tidak, adalah amat penting bagi kita untuk membagikan kabar baik tentang Yesus. Kesendirian tidak pernah melemahkan kemampuan kita untuk membagikan isi hati kita tentang Yesus. Pada kenyataannya, kita tahu seperti apa menunggu dan mengharapkan pasangan masa depan kita. Marilah salurkan "hasrat hati" kita menjadi "hati yang menginspirasi" untuk menerima Yesus.