05 October 2008

Mengapa Pria Baik-baik Selalu Kalah?

Sumber : boundless

Pernahkah Anda yang pria mempertanyakan hal ini? Teman saya, seorang pria baik-baik berusia 28 tahun yang masih lajang pernah mempertanyakannya. Seorang gadis yang disukainya pernah mengakui bahwa dia gampang jatuh hati pada pria tipe "bad boy". Gadis lain pernah menolaknya dan seminggu kemudian terlihat pergi kencan berdua dengan seorang pria yang menurutnya "bad boy".

Menurutnya, sepertinya kebanyakan kaum wanita menilai pria "baik-baik" sebagai seseorang yang tidak aman, tidak percaya diri, tidak tahu apa yang mereka lakukan jika hal itu berhubungan dengan wanita. Wanita malah mengagumi dan berkencan dengan pria tipe "bad boy" walaupun sudah jelas bahwa kebanyakan dari para pria itu hanya akan memanfaatkan dan tidak menghargai mereka. Lalu, setelah sekali para wanita itu patah hati dan dalam keadaan "rusak", mereka baru melihat kepada pria baik-baik seperti dia. Dia merasa itu semua tidak adil. Dia lelah melakukan apa yang benar, menjaga dirinya tetap layak bagi kasih sayang seorang wanita dan terus berusaha, sementara sangat mudah bagi pria-pria "bad boy" untuk bisa berhubungan dengan wanita.

Jika Anda termasuk pria yang juga berpendapat seperti teman saya, biarkan saya mengklarifikasi dulu bahwa tidak semua wanita tertarik pada pria "bad boy". Kita seharusnya tidak menyamaratakan mereka seperti itu. Banyak wanita yang tidak mau berurusan dengan pria "bad boy". Tapi meskipun demikian, sama seperti yang teman saya lihat, beberapa gadis baik-baik sepertinya tertarik pada beberapa tipe pria yang sebenarnya mereka tahu tidak baik untuk mereka. Jadi mari kita membahas penyebabnya...

Pertama, tidak penting bagaimana kebanyakan wanita memandang pria baik-baik atau pria "bad boy". Kita tidak harus menyelesaikan masalah ini dalam lingkup seluas itu. Yang penting adalah bagaimana wanita yang Anda inginkan memandang Anda untuk menghabiskan sisa hidup bersama. Hanya pandangannya yang penting, biarkan wanita-wanita lainnya memikirkan apa yang mereka inginkan.

Sekarang, apa yang Anda ingin wanita ini ketahui tentang Anda? Tidak ada satupun dari wanita yang waras di bumi ini yang tidak mau "kebaikan" menjadi paling tidak salah satu dari karakter yang dimiliki oleh suaminya. Kebaikan bukanlah masalahnya, kebaikan adalah aset, bukan kewajiban. Pertanyaannya adalah, apa yang dimiliki oleh pria-pria "bad boy" yang membuat mereka tampak menarik bagi beberapa wanita yang akhirnya rela mengorbankan faktor "kebaikan" tadi?

Ada banyak alasan memang, tapi saya mempunyai petunjuk tentang alasan utama mengapa banyak wanita baik-baik tertarik pada pria "bad boy". Bukan karakter "bad"-nya yang menarik, tapi kepercayaan dirinya yang terlihat dari cara pembawaan dirinya. Mungkin semua itu menuju ke arah yang salah, atau bahkan tanpa arah, tapi ada kualitas yang sepertinya dia miliki, sebuah kualitas penting dari seorang pria, dan yang diinginkan para wanita dari pasangan mereka: kepemimpinan. Pria "bad boy" sepertinya tahu apa yang dia inginkan, bahkan meskipun itu tidak ada artinya atau merupakan hal yang salah. Dengan cara yang sedemikian rupa, tindakan-tindakan mereka sepertinya gagah berani (walaupun dalam kenyataannya mereka lebih kebalikannya), dan karena itu mereka tampak menarik.

Ketika seorang wanita mencari suami, entah dia mengatakannya dengan keras atau tidak, dia mencari seorang pria yang dia yakini dapat memimpin dirinya dan anak mereka nantinya. Ini benar dan juga alkitabiah. Para wanita tertarik pada kualitas itu dalam diri seorang pria, dan terkadang wanita Kristen tertarik kepada pria yang "salah" karena pria-pria itu sepertinya mempunyai kualitas itu. Kabar baiknya adalah, dalam ekonomi-Nya, kepemimpinan itu bisa didapatkan siapa saja. Anda tidak perlu menjadi direktur perusahaan ataupun lahir dalam keadaan kaya. Terkenal, atau memakai jaket kulit dan mengemudikan Harley. Kita menjadi pemimpin dengan mengikuti dan mentaati-Nya.

Jadi pertanyaannya adalah, apakah Anda mengikuti Tuhan dan mentaati-Nya? Apakah Anda memimpin dengan menjadi teladan (bukan hanya berkata-kata tapi juga melakukan apa yang Anda katakan)? Apakah Anda adalah seseorang yang bisa diteladani oleh orang-orang Kristen yang lebih muda? Apakah Anda tertanam dalam sebuah komunitas Kristen? Apakah Anda dengan aktif mengejar hubungan Anda dengan Tuhan, ataukah Anda dengan pasif hanya membiarkan hati Anda mengapung seperti gabus di tengah lautan, tanpa komitmen pada Kristus dan gereja-Nya? Apakah Anda antusias tentang kemana Tuhan sedang membawa Anda dan Anda tidak sabar menunggu masa depan yang penuh harapan, atau Anda hanya dengan pasif membiarkan kehidupan terjadi pada Anda?

Itulah jenis kualitas kepemimpinan yang Tuhan cari di dalam Anda dan akan Dia kembangkan di dalam Anda jika Anda mau. Memang ini bukan menjadi alasan Anda melakukannya, tapi wanita yang ingin Anda dekati juga mencari hal yang sama dalam diri Anda. Ambillah kesempatan ini untuk memeriksa hati Anda, dan tanyakanlah pada diri Anda sendiri, apakah jika Anda seorang wanita, Anda mau menghargai, menghormati dan mengikuti kepemimpinan Anda sebagai pria? Temukanlah pria yang lebih tua yang mengasihi Tuhan dan memimpin dengan melayani, dan juga mempunyai orang-orang yang mengikuti pimpinannya, mintalah dia untuk menjadi mentor Anda. Mintalah dia untuk mengajar Anda semua yang dia tahu tentang mengasihi Tuhan dan tentang kepemimpinan.

Dan ingatlah bahwa dalam kerajaan-Nya, jalan untuk naik adalah dengan turun. Pengembangan kepemimpinan dimulai dari lutut Anda, dengan meminta Tuhan untuk menjadikan Anda seorang pria yang Dia inginkan dan mentaati pimpinan-Nya. Jika Anda mendahulukan apa yang menyenangkan Tuhan, Dia berjanji akan menangani sisanya.

Apakah Soulmate Benar-Benar Ada? (2)

Sumber : Crosswalk

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas ciri-ciri perspektif tentang soulmate dan mitos-mitos serupa yang tanpa sadar telah membuat kita menipu diri kita sendiri dan menempatkan hubungan (dan hati) kita dalam resiko. Seperti tentang... bagaimana kita bisa mengenali faktor-faktor negatif dari seseorang jika dari awal kita sudah menyimpulkan bahwa dialah soulmate kita? Jika Anda membuat kesimpulan secepat itu, Anda berasumsi bahwa semua aspek yang lain tidak relevan atau akan bekerja dengan sendirinya secara ajaib.

Seseorang yang sempurna?
Kita telah mendengar banyak versi kisah, saat seseorang yang baru saja putus hubungan mempunyai gambaran tentang seseorang yang sempurna di pikirannya. Ide itu biasanya berhubungan dengan satu karakteristik, seringkali berupa karakteristik yang berlawanan dengan yang dimiliki oleh mantan pasangannya. Lalu, apakah salah untuk mewaspadai isu seperti ini, terutama jika itu menjadi masalah dalam hubungan Anda sebelumnya? Tentu saja tidak salah.

Masalahnya adalah, saat Anda begitu terfokus pada satu isu, Anda akan cenderung mengabaikan hal-hal yang lain. Karena, apakah seseorang yang Anda kencani itu mempunyai atau tidak mempunyai karakteristik tertentu yang Anda cari, bukanlah jaminan bahwa hubungan atau pernikahan Anda nantinya akan sukses. Anda masih tetap harus berusaha dan mengijinkan waktu berjalan untuk memastikan apakan dia mempunyai kualitas-kualitas yang baik dan bukannya yang buruk. Anda juga harus peka dalam mengamati perbedaan Anda dan dia. Bagaimana Anda dan dia berinteraksi dalam berbagai keadaan? Apa yang dia lakukan yang menyebabkan konflik? Bagaimana dia berperilaku jika dia berada di bawah tekanan? Untuk mengetahui semua itu, tentu saja membutuhkan waktu, pikiran yang terbuka, dan sikap yang obyektif. Ini memang terkesan dingin dan begitu perhitungan, tapi ingatlah, pernikahan adalah sekali seumur hidup, dan perceraian itu menyakitkan, mempengaruhi bukan hanya diri Anda sendiri tapi juga seluruh keluarga.

Siapkah untuk lembaran baru?
Jika Anda masih menyalahkan orang lain atau diri Anda saja untuk kegagalan dalam hubungan Anda sebelumnya, Anda perlu untuk bertahan dalam proses pemulihan dan menerima apa yang telah Anda dan dia lakukan, serta belajar untuk mengampuni. Jika dalam kondisi seperti ini Anda masih terus mencari Mr. atau Miss. Right, Anda sebenarnya belum siap untuk menjalin hubungan yang baru.

Apakah Anda berada dalam resiko?
Mencari seorang soulmate bisa jadi berbahaya. Apakah Anda...
Mempunyai "mentalitas soulmate"?
Percaya bahwa Anda akan mengenali pasangan jiwa Anda pada menit pertama Anda bertemu dengannya?
Mencari calon pasangan yang baru dengan satu kriteria utama, yang mungkin berlawanan dengan yang dimiliki mantan pasangan Anda?
Berpikir bahwa hanya ada 1 orang di dunia ini yang benar-benar tepat untuk Anda, dan Anda sedang berada dalam misi untuk menemukan dia?
Mempunyai beberapa kriteria untuk pasangan yang ideal atau formula yang mudah untuk mengetahui siapa yang akan menjadi pasangan jiwa Anda?

Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda menghindari jebakan mitos soulmate.

Perbarui pikiran Anda. Jika Anda mempunyai "mentalitas soulmate", didik diri Anda sendiri tentang resiko-resikonya. Satu cara untuk melakukan ini adalah membaca dan membaca ulang kisah-kisah nyata tentang mereka yang sudah lebih dari sekali bercerai, yang dengan naif mencari soulmate mereka hanya untuk pada akhirnya merasa kecewa lagi karena mereka menolak untuk melihat atau mengenali masalah apapun setelah mereka memutuskan bahwa seseorang adalah pasangan jiwa mereka.

Jangan mencari seseorang yang mirip atau berlawanan dengan mantan pasangan Anda. Menemukan pasangan yang mempunyai kesamaan latar belakang atau pengalaman bukanlah jaminan bahwa Anda berdua adalah pasangan yang tepat untuk satu sama lain. Sebaliknya juga demikian, hanya karena seseorang tidak mempunyai kebiasaan buruk atau hal-hal buruk yang dimiliki mantan Anda (misalnya, minum-minum, berteriak, boros, control freak, dan sebagainya), bukan juga berarti dia adalah orang yang tepat bagi Anda. Daftarlah masalah-masalah dari hubungan Anda sebelumnya dan pastikan bahwa itu tidak menjadi satu-satunya kriteria yang Anda gunakan untuk mencari pasangan masa depan.

Jangan mencari pasangan yang tidak sepadan. Jika Anda memilih seseorang yang mempunyai perbedaan krusial dalam iman dan kepercayaan dengan Anda, itu akan menjadi masalah besar setelah masa bulan madu berakhir. Ketika kepercayaan paling mendasar Anda bertentangan, cepat atau lambat Anda akan melihat pemisahan yang memimpin kepada akhir dari pernikahan itu sendiri. Ketidaksetujuan atas perbedaan kepercayaan mendasar ini bahkan akan semakin meruncing saat anak-anak hadir dalam keluarga Anda.

Ijinkan lebih banyak waktu untuk berkencan. Keputusan yang cepat tentang seorang pasangan jiwa bisa diatasi jika Anda berkencan dengan seseorang untuk saling mengenal lebih dalam paling tidak selama beberapa tahun sebelum menikah. Waspada dan kenalilah masalah-masalah yang muncul dan juga hal-hal yang dapat dikategorikan sebagai "lampu merah".

Apakah Soulmate Benar-Benar Ada? (1)

Sumber : Crosswalk

"Pernikahan yang baik bukanlah saat 2 orang yang sempurna tinggal bersama, tapi saat 2 orang yang tidak sempurna belajar menikmati perbedaan mereka." -Dave Meurer.

Sayangnya, banyak orang mempunyai kriteria yang aneh dalam memutuskan siapa yang akan mereka nikahi. Mereka mempunyai beberapa kriteria karakter tentang Mr. atau Miss. Right. berapa sering Anda mendengar seseorang berkata, "Aku menikah karena aku telah menemukan pasangan jiwaku"?

Dia mengenal kepribadianku
Meskipun tidak pernah didefinisikan secara resmi dalam buku manapun, istilah "soulmate" digunakan oleh banyak orang seolah-olah kita semua memiliki pengertian yang sama. Beberapa definisi dari "soulmate" adalah seseorang yang...
Mempunyai latar belakang yang sama dengan Anda.
Berpikir seperti Anda.
Mengerti tentang Anda.
Mengenal Anda bahkan sebelum dia benar-benar mengenali Anda.
Mengenal Anda lebih baik daripada Anda sendiri.
Anda sudah bisa berbicara panjang lebar dengannya bahkan saat pertemuan pertama.
Mempunyai ketertarikan dan hobi yang sama dengan Anda.

Yang lain mengatakan bahwa "soulmate" itu...
Dapat melihat sampai ke hati Anda yang paling dalam.
Seperti setengah dari bagian diri Anda.
Pasangan yang sangat cocok untuk Anda.
Seperti kembaran Anda atau lawan Anda.
Adalah satu-satunya pasangan yang paling tepat untuk Anda.
Dengan cepat bisa terhubung dengan Anda.

Jika Anda berpikir bahwa hanya ada 1 orang di luar sana yang benar-benar tepat bagi Anda, Anda akan lebih tergoda untuk cepat-cepat menikah saat Anda mengira Anda telah menemukan orang itu. Ada banyak bukti bahwa kenyataannya ada beberapa orang di dunia ini yang dapat menjadi pasangan yang tepat bagi Anda. Resiko dari berpikir sebaliknya adalah, saat Anda yakin Anda telah menemukan sang pasangan jiwa, Anda mengabaikan semua kepekaan dan akal sehat, serta termotivasi untuk segera menikahi orang itu. Beberapa orang percaya akan adanya pasangan jiwa karena pengalaman masa lalu mereka, "Hubunganku dengan mantanku tidak berhasil karena dia bukan soulmate-ku... sekarang aku akan berusaha menemukan pasangan jiwaku yang sesungguhnya..."

Karena Anda percaya bahwa ada yang namanya pasangan jiwa di dalam "dunia" Anda, Anda mempunyai beberapa dugaan dalam pikiran Anda. Beberapa orang mencari lawan jenis yang mirip dengan mereka. Yang lain percaya bahwa seseorang itu adalah pasangan jiwanya jika si lawan jenis mempunyai kesamaan latar belakang, pemikiran, dan sudut pandang. Yang lain lagi masih percaya bahwa mereka akan secara intuitif mengenali pasangan jiwa mereka melalui "ketersambungan" mereka dengan lawan jenis mereka. Kenyataannya, mempunyai banyak kesamaan atau kemiripan memang sangat relevan dalam sebuah pernikahan yang sukses. Namun masalahnya muncul ketika Anda menjalankan misi untuk menemukan seseorang yang mempunyai satu atau beberapa kemiripan atau karakter tertentu, dan Anda menganggapnya sebagai tanda untuk menikah.

Berusaha menemukan pasangan yang tepat adalah permulaan yang bagus, tapi seseorang itu mempunyai banyak sisi. Anda tidak bisa menilai seseorang itu tepat untuk Anda hanya karena dia mempunyai beberapa kesamaan atau kelihatannya begitu "tersambung" dengan Anda. Anda membutuhkan waktu untuk mempelajari dan mengenali semua aspek lainnya, seperti perbedaan-perbedaan di antara Anda, kebiasaan dan keunikan yang dimilikinya, nilai-nilai hidupnya, mimpi dan tujuannya, pendapatnya, kecocokannya dengan Anda dalam area-area tertentu, dan lain-lain. Jangan terjatuh dalam jebakan "mentalitas soulmate" dan mengira bahwa seseorang adalah pasangan jiwa Anda hanya berdasarkan kesan-kesan semata.

Pandangan bahwa dua orang yang hanya mempunyai setengah (masing-masing belum utuh) akan menjadi utuh setelah mereka bersatu, juga banyak menipu orang. Bayangkan saja seperti 2 gelas yang masing-masing hanya berisi air setengahnya. Untuk membuat 1 gelas penuh, 1 gelas lainnya harus menjadi kosong. Mereka tidak menjadi utuh. Hanya 2 orang yang utuh-lah yang akan tetap utuh saat mereka bersatu. "Utuh" di sini dapat meliputi: sehat secara mental, sudah menutup lembaran hubungan sebelumnya dan siap membuka lembaran baru, sudah pulih dari luka-luka batin masa lalu dan masalah emosional yang berat, dan lainnya. Intinya, seseorang yang utuh mengetahui siapa dirinya di dalam Kristus, mengetahui bahwa dia ada di dunia ini untuk suatu tujuan, dan menempatkan Tuhan sebagai Sumber utama dalam hidupnya.

Lagipula, bagaimana kita bisa mengenali faktor-faktor negatif dari dia jika dari awal kita sudah menyimpulkan bahwa dialah soulmate kita? Jika Anda membuat kesimpulan secepat itu, Anda berasumsi bahwa semua aspek yang lain tidak relevan atau akan bekerja dengan sendirinya secara ajaib. Lalu, bagaimana caranya menguji apakah kita sudah siap untuk membuka lembaran baru dan apakah kita berada dalam resiko untuk terjebak dalam "mentalitas soulmate" ini? Apa saja tips untuk menghindari jebakan "mentalitas soulmate"?

09 June 2008

Beda Antara Cinta dan Cocok
Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta - cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya.

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah "datang" karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.

Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini. Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka.

Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut.

Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita mengukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya.

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.

Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan.

Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh.

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok. Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya.

Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu ocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan -- ini yang penting -- cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah.

Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.

Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap, "Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya." Salah besar!

Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok! Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam, Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, "Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18).

Kata "sepadan" dapat kita ganti dengan kata "cocok." Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam.

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok.

Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata "cocok" dengan kata "cinta." Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita.

Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku? Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, "Cinta adalah segalanya," dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!
3 Kesalahan Dalam Romantisme
Dalam pendapat saya, ada 3 kesalahan terbesar dalam romantisme yang banyak dipercayai oleh orang-orang Kristen yang ingin menikah. Tapi sebenarnya, kesalahan yang paling besar yang bisa kita buat adalah berpikir bahwa dengan menjadi Kristen maka segala hal akan lebih mudah. Padahal menjadi Kristen dapat membuat semuanya lebih sulit (ingatkah tentang memikul salib dan mengikuti Yesus)? Dari pengalaman hidup saya dalam hal memahami tentang lawan jenis dan hubungan romantis, saya melihat (dan juga pernah mengalami beberapa di antaranya) beberapa kesalahan, dan kadang kesalahan-kesalahan itu dilakukan oleh mereka yang mempunyai niat baik. Jadi, apa saja 3 kesalahan itu?

Daftar Kriteria
Ini adalah kesalahan yang paling menyesatkan karena sepertinya ini adalah ide yang sangat bagus. Anda mencoba merumuskan hal-hal apa saja yang harus ada dalam diri pasangan Anda dan hal-hal apa saja yang tidak bisa Anda terima. Anda melihat pasangan yang bahagia, mencatat apa saja yang membuat mereka bahagia, dan mereka-reka bagaimana untuk mempraktekkan hal-hal itu dalam kondisi Anda. Anda membayangkan bagaimana "sempurna"nya seseorang (yang akan menjadi pasangan Anda) ini.

Bahkan walaupun Anda mau berkompromi pada beberapa hal, warna rambut atau kesukaan menonton film misalnya, ada beberapa standar yang tidak bisa dikompromikan. Iman tentu saja, lalu diikuti dengan keseimbangan dalam hal kepandaian, kedewasaan, kepekaan, ketertarikan dalam komitmen pernikahan dan anak-anak, dan sebagainya. Mungkin ada beberapa detail yang spesifik bagi Anda. Saya misalnya, gampang terpikat pada orang yang sangat humoris dan sulit menerima orang yang tidak suka masakan Thai (ya saya tahu, saya pemilih). Jadi Anda berhasil mereka-reka bayangan dari pasangan impian Anda. Lalu salah satu dari kedua hal ini akan terjadi...

Kemungkinan pertama, Anda tidak pernah bertemu dengan orang yang memenuhi semua daftar kriteria Anda karena daftar itu sangat eksklusif dan penuh tuntutan, jadi Anda cenderung menolak atau tidak menanggapi seorangpun untuk alasan-alasan yang bodoh. Daftar kriteria Anda mencegah Anda mengalami kejadian tak terduga dimana Anda tertantang oleh seseorang yang mempunyai perspektif yang berbeda dengan Anda dalam memandang hidup, dunia, Tuhan, serta semua hal yang baik. Saya cenderung berpikir bahwa orang yang membuat daftar yang sangat eksklusif mungkin belum siap untuk menjalin hubungan. Namun dalam batas yang wajar, daftar kriteria dapat menolong untuk melindungi hati Anda dan membantu Anda memutuskan saat seseorang yang menarik mendekati Anda.

Kemungkinan kedua, yaitu jika Anda bertemu dengan seseorang yang benar-benar memenuhi seluruh daftar kriteria. Ini adalah pengalaman pribadi saya. Waktu kuliah saya bertemu dengan seorang pria yang saya pikir pasangan hidup saya, karena dia benar-benar cocok dengan semua daftar kriteria saya dengan sempurna, mulai dari iman, kepandaian, kelucuan, bahkan dia juga menyukai makanan-makanan "aneh" seperti saya. Saya kira saya juga memenuhi semua daftar kriterianya. Jadi kami mulai berkencan. Masalahnya adalah kami tidak benar-benar mengenal satu sama lain, kami hanya mengenali bahwa masing-masing kami telah memenuhi daftar kriteria.

Dalam hal ini, daftar kriteria mencegah kami mengenal satu sama lain untuk sementara, karena kami berdua sama-sama berasumsi kami sudah mengetahui apa yang perlu kami tahu. Lalu waktu berjalan, dan hanya butuh beberapa bulan sebelum sesuatu terjadi. Kami menemukan bahwa kepribadian dan temperamen kami tidak cocok satu sama lain, paling tidak selama kami berkencan. Pada akhirnya kami putus dengan tidak baik-baik, butuh 2 tahun bagi saya untuk memulihkan diri dan 2 tahun lagi sebelum kami berdua bisa berteman. Jangan salah paham, adalah hal yang baik jika Anda mempunyai beberapa standar tentang apa yang Anda inginkan dalam diri pasangan hidup Anda. Tapi adalah hal yang buruk jika Anda begitu terobsesi dengan bayangan semu. Bayangan semu mungkin tidak pernah menyakiti Anda, tapi dia juga tidak pernah mencintai Anda juga.

Prinsip Reformasi
Saya seringkali melihat masalah ini banyak dialami oleh wanita. Sebuah keyakinan bahwa kekuatan cinta dapat memindahkan dan mengubah seorang pria dari sisi gelap dosa kepada terang kebenaran. Kadang saya heran mengapa kebanyakan wanita yang saya kenal seperti terprogram untuk tertarik kepada tipe pria yang salah. Mungkin itu hanya ketidakdewasaan yang menganggap bahwa bahaya itu menarik, baik secara fisik maupun emosional. Mereka tertarik dengan pria yang bahkan tidak peduli dengan mereka, atau memanfaatkan mereka untuk hal-hal tertentu, atau yang tetap menjaga sikap "bersahabat" dengan mereka sementara melakukan hal-hal buruk di belakang mereka.

Saya juga pernah melakukan kesalahan ini. Setelah pulih dari sindrom "daftar kriteria", saya memutuskan untuk melakukan yang sebaliknya dan menemukan seorang pria yang benar-benar berbeda dari pria yang saya cari. Saya berpikir saya tidak akan berkomitmen terlalu cepat dan bisa belajar mengenal serta menyayangi seseorang yang benar-benar berbeda dengan saya. Dia "sempurna", dan mempunyai masa lalu yang buruk (maksud saya benar-benar buruk), dan dia sudah berhenti melakukan hampir semua dari masa lalunya itu, tapi dia masih berusaha menemukan pegangan yang baru, dan saya ingin menolongnya. Oh iya, dia baru saja putus dengan pacarnya (mereka sudah berhubungan selama 5 tahun) kira-kira 2 minggu sebelumnya. Anda tahu, kita seringkali tidak melihat "lampu merah" seperti ini jika kita sendiri yang mengalaminya.

Saya tetap setia karena saya yakin dia membutuhkan saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Tapi jika saya tidak salah ingat kronologisnya, setelah sekitar 6 minggu kami berkencan, kami putus, beberapa bulan saya menderita saat dia kembali berkencan dengan mantannya, lalu dia juga sempat mengajak saya kembali bersamanya setelah menyadari bahwa dia dan mantannya tidak akan berlanjut juga, kami sempat berkencan lagi selama 2 minggu, lalu putus lagi, dan beberapa bulan berpisah... sampai akhirnya berlawanan dengan perkataannya yang menyiratkan bahwa ada masa depan bagi hubungan kami, saya mendengar bahwa dia juga sedang terlibat secara intim dengan wanita lain. Itu sudah cukup bagi saya. Jika Anda mengenali diri Anda sendiri sedang mengalami gejala-gejala ini, jangan hiraukan kelebihan atau keunikan apapun darinya yang membuat Anda tertarik. Percayalah, mantan saya juga mengagumkan. Tapi dalam skenario ini, Anda tetap bisa menjadi temannya saja dan masih mengalami keunikannya itu, Anda tidak perlu sampai berkencan dengannya.

Anda lihat, mengubah orang lain adalah ide yang buruk karena Anda tidak punya kuasa untuk melakukannya. Anda bisa mengharapkan pasangan Anda menginginkan dirinya berubah menjadi lebih baik, dan Anda juga bisa berharap bahwa kasih karunia Tuhan dan iman Anda bisa mengubah mereka. Tapi tugas Anda sebagai teman bukanlah untuk mengubah mereka. Anda seharusnya berjalan (melalui saat senang dan sedih) bersama mereka, berdoa untuk mereka, tapi bukan mengubah mereka. Apalagi dalam membuat komitmen jangka panjang yang membutuhkan hubungan yang dekat untuk waktu yang lama, penggabungan rekening bank, dan anak-anak, Anda menginginkan seseorang yang dapat Anda terima apa adanya, termasuk semua dosa dan kegagalannya. Jangan takut bahwa orang yang dapat saling melengkapi dengan Anda dan dapat menyesuaikan diri dengan Anda akan membuat Anda bosan. Malah sebaliknya, saya menemukan bahwa rasa aman dalam hubungan romantis lebih menarik dibanding bahaya.

Terlalu Terfokus Pada "Kita"
Inilah kesalahan yang bersifat manipulatif. Ini memang bukan pengalaman pribadi saya, namun ada teman saya yang mengalaminya. Dia terjebak dengan fokus pada "kita", walaupun dia dan pacarnya adalah orang Kristen yang sama-sama takut akan Tuhan. Jadi menurut saya masalah ini juga penting untuk dibahas. Dengan kata lain Anda terlalu terfokus pada "kita" jika Anda lebih mementingkan hubungan dibanding orang-orang (Anda dan dia) yang terlibat di dalamnya. Biasanya ini dilakukan oleh orang-orang yang memandang hubungan dengan sangat serius, misalnya orang-orang yang sudah sangat ingin menikah. Mereka sudah melatih diri dalam segala kebaikan, pengertian, dan komunikasi. Mereka mau memaafkan dan mencoba lagi. Mereka senang karena mereka berpikir inilah yang terakhir. Dan dalam prosesnya, mereka lupa bahwa mereka seharusnya mengasihi seseorang, bukan sesuatu. Ini juga bisa disebut "jatuh cinta dengan cinta".

Saya mempunyai 2 orang teman. Mereka bertemu, saling menyukai, dan mulai berkomunikasi lewat email secara intens karena mereka berhubungan jarak jauh. Dan dengan cepat, mereka mulai membicarakan tentang pernikahan. Ini memang bukan hal yang buruk, tapi hasilnya, mereka belajar, menganalisa, dan mendiskusikan tentang hubungan mereka untuk menentukan keberhasilan pernikahan mereka. Dan sementara itu mereka gagal untuk mengenal lebih dalam satu sama lain dengan alamiah, dimana (menurut saya) niat untuk menikah dengan sendirinya akan muncul dari sana. Setelah beberapa lama, teman saya menyadari bahwa pacarnya tidak mengenalnya dengan baik sama sekali. Teman saya juga mengetahui bahwa teman-teman pacarnya ini lebih tua dan mereka semua sudah menikah atau akan menikah, jadi pacarnya merasa sedikit tertinggal. Pada akhirnya, teman saya bersikap bijak dengan melihat bahwa hubungan mereka memang merupakan hubungan yang semu dan membuat pacarnya menyadari hal yang sama. Dengan itu hubungan mereka berakhir.

Anda berhak untuk mengalami hubungan romantisme yang lebih baik, dan Anda masih punya kesempatan untuk menghindari atau tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.


9 Mitos Wanita tentang Pria
Duduk berseberangan meja dari teman cantik saya di café kopi tua yang eksotik, kecemasan saya memuncak. Teman saya ini membagikan kisah detail tentang hubungan barunya yang penuh badai dimana dia mulai punya pasangan satu bulan terakhir.

"Saya akhirnya menemui pria yang menjadi teman saya bicara di internet. Setelah bicara dan mengirim SMS secara tetap sekitar dua bulan, kami memutuskan untuk mengambil langkah selanjutnya - jadi kami bertemu minggu lalu. Amat ajaib. Dia adalah pria sempurna bagi saya!. Dia begitu ramah, pandai, lucu, dinamis... dia terlalu baik untuk bisa dipercaya.

Tepat sekali, saya yakinkan pada diri saya.

"Apakah sudah saya sebutkan dia itu sudah mapan secara ekonomi? Bukan uangnya yang penting" Kegembiraan terpancar ketika dia mengatakan kebalikannya.

"Apakah dia seiman dan seorang Kristen?"

"Kami bertemu di situs E-Harmony!"

"Apakah setiap orang yang ada di E-Harmony adalah orang Kristen?"

"Yahh. Dia memang belum benar-benar pergi ke gereja - tapi dia pasti cinta Tuhan".

Saddam Hussein juga mengaku cinta pada Tuhan. "Bagaimana kamu tahu tentang hal itu?".

"Dia mengatakannya pada saya! Yang saya tahu Tuhan menyatukan kami".

"Kamu baru kenal dia dua bulan. Kenapa kamu pikir Tuhan membawa dia untuk hidup kamu?". Saya harus mencubit diri saya sendiri dibawah meja untuk tidak terdengar seperti merendahkan dirinya.

"Karena... kami merasa begitu cocok bicara dengan dia. Kami punya banyak kesamaan. Dia benar-benar mencintai saya". Oh.. oh.. Saya dapat melihat kami dalam masalah sekarang...

"Jadi... dia itu tipe cowok Kristen ya?, saya yakin dia tidak mencoba untuk mengajak kamu tidur dengan dia. Maksud saya, dia pasti menjaga kesucian kamu dan semuanya, betul khan?". Saya merasa punya perasaan jelek tentang pria ini sebelumnya. Rasa sinis saya mulai ditunjukkan.

"Yeah.. dia tidak sesuai aturan tentang soal itu. Maksud saya, kami ini orang dewasa dan dia mengatakan selama kita berkomitmen satu sama lain maka hal itu (hubungan seks) sama saja setelah menikah". Rasa bersalahnya kelihatannya menguap tadi malam.

"Jadi jika kamu saling mengenal dengan baik, apa dong kelemahan dia?". Disamping tidak menjadi seorang Kristen, mencoba mendapatkan kamu di tempat tidur adalah peluang pertamanya, dan dia menjadi seorang pembohong.

"Dia mungkin hanya sedikit menekan. Bukankah normal untuk seorang pria meminta kamu melepas sepatu sebelum kamu masuk ke mobilnya? Namun saya kira saya pikir sebegitu jauhnya... Dia punya begitu banyak kualitas, jadi apa jeleknya dengan hal itu?".

Saya punya percakapan seperti ini lusinan kali dengan kaum gadis - wanita. Pada kenyataannya, untuk kebanyakan dalam kehidupan saya, saya sendiri berbohong pada diri saya. Jika ada orang yang tahu tentang kebohongan wanita yang mereka katakan pada diri mereka sendiri untuk membenarkan hubungan yang buruk yang mengarahkan diri mereka pada pernikahan yang buruk, itulah saya. Dan sekarang, teman tercinta saya, seorang yang mengatakan kembali kebohongan ini, jatuh pada pria dengan begitu mudahnya. Saya mulai berdoa agar dia melihat kebenaran sebelum semuanya terlambat.

Bagaimana dengan anda? Jika anda mencoba menahan yang terbaik dari Tuhan, namun anda menemukan diri anda mengidentifikasi sejumlah kesamaan dengan pembicaraan diatas, anda harus baca tulisan ini. Tidak terlambat untuk anda mulai mengidentifikasi kebohongan yang anda katakan pada diri anda sendiri sehingga anda dapat menghindari pernikahan yang kosong dan hancurnya mimpi hidup anda.

Kebohongan pertama : seorang pria Kristen pastilah pilihan terbaik untuk pasangan kita

Pertama dari semuanya, hanya karena seorang pria disebut Kristen bukan berarti itu menyatakan kondisi rohaninya. Hitler mungkin juga bisa menyatakan dirinya sebagai orang baik. Apa yang sesungguhnya ditunjukkan oleh keyakinan seorang pria adalah tindakannya - bukan mencoab mendapatkan anda di ranjang sampai anda berdua mengenakan cincin kawin; mengawali hubungan dirinya secara pribadi dengan Tuhan dan mendukung anda tentunya; dan khususnya memegang teguh kesadarannya dalam hubungan untuk mengijinkan Tuhan memimpin dirinya. Pilihan Tuhan tentang pasangan bagi anda adalah seorang saleh, dan jika anda mendengarkan, Tuhan akan mengatakan pada anda melalui kehidupan doa yang aktif dan nasehatnya melalui pengaruh orang saleh lainnya apakah ini orang yang satu-satunya Tuhan pilihkan untuk anda. .

Kebohongan kedua : Jika hubungan itu rasanya benar, maka itu adalah benar.

Perasaan itu tidak dapat dipercaya. Jangan percaya padanya, khususnya ketika perasaan terjadi dalam masalah spiritual. Perasaan berubah hari demi hari, dan mereka dapat berbohong pada anda. Wanita yang menyandarkan diri pada perasaan untuk membuat keputusan penting akan menuju pada kekecewaan, membuat satu kesalahan setelah kesalahan lainnya. Keputusan harus dibuat dengan obyektif dan melalui doa. Dosa seksual dalam hubungan akan membuat kabut awan untuk membuat penilaian dan penaksiran yang baik.

Kebohongan ketiga : Saya dapat mengabaikan beberapa problem karakter - toh tidak ada yang sempurna.

Jika seorang pria telah menyorotkan cacat karakter, sepertinya dia seorang yang tidak bisa diajar. Kemampuan diajar adalah karakter nomor satu yang menjadi tanda siapa pasangan yang seharusnya anda cari untuk pasangan potensial anda. Saya tidak bicara tentang pergumulan pribadi atau kesalahan, namun pola kebiasaan dosa atau gangguan penyelewengan fungsi yang bisa mengendalikan kehidupan mereka dan bahwa mereka tidak terbuka dan menyesal tentang hal itu. Jika seorang pria mau diajar, dia akan rendah hati mendengarkan Tuhan dan istri masa depannya ketika membuat keputusan. Dia akan bersedia bekerja untuk pernikahan masa depannya.

Kebohongan keempat : Saya benar-benar mengenal dia setelah menghabiskan banyak waktu bicara dengannya.

Telepon dan pembicaraan hati ke hati bukanlah pengganti situasi nyata kehidupan. Dia dapat mengatakan pada anda apapun yang ingin anda dengarkan sementara bersembunyi dibalik telepon. Namun mendapati momen dirinya dengan keluarganya, atau dibalik pengemudi yang kasar, atau pada satu berada di restoran dan mendapatkan pelayanan buruk, dan kemudian anda mulai melihat jenis orang macam apa dia itu. Seorang wanita bijak akan menunggu semua ini keluar sementara mengamati responnya dalam semua kesulitan yang mungkin muncul dan situasi janggal.

Kebohongan kelima : Dia selalu mengatakan pada saya kebenaran

Jika anda berpikir bahwa kemudian anda tidak tahu tentang kebanyakan pria di dunia ini. Kebanyakan pria amat lihai ketika mengatakan pada wanita apa yang mereka (wanita) ingin dengarkan dengan maksud untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan - seks. Penekanan untuk bermain seks dari seorang pria Kristen seharusnya menjadi indikator nomor satu ketidakjujuran dengan menaruh maksud buruk dan motivasi tersembunyi.

Kebohongan keenam : Kejadian yang kebetulan adalah tanda dari Tuhan

Setan, tuan segala dusta dan peniru, sedang memasak atau meng-adon kejadian yang kebetulan untuk membuat anda melangkah di jalannya, waspadalah!. Dia (setan) tidak ingin anda menunggu yang terbaik dari Tuhan. Dia ingin membuat cacat semua pelayanan anda bagi Tuhan dengan cara membuat anda berada di keadaan menyedihkan dalam pernikahan yang hampa. Mintalah konsultasi rohani dari teman seiman secara obyektif, berdoalah dengan kuat dan tetap berfokus pada kehendak Tuhan dan bukan pada kehendak anda.

Kebohongan ketujuh : Adalah normal bagi pria untuk menekan saya untuk hubungan seks. Begitulah seorang pria.

Pria saleh hidup untuk menyenangkan Tuhan dan bukan untuk memuaskan hasrat pribadinya. Mereka menghormati wanita seperti harta karun dirinya sendiri, merawat wanita dengan kesucian mutlak seperti yang Yesus lakukan. Mereka amat peduli tentang kesucian saudari seiman daripada menjalankan sensasi cepat nikmat yang hanya sesaat. Seks sebelum pernikahan adalah dosa dan jika seorang pria menekankan hal itu, maka dia tidak peduli tentang apa yang Tuhan pikirkan dan dia tidak peduli juga tentang anda.

Kebohongan kedelapan : Ada banyak kualitas romatika pria diluar sana, persis seperti yang ada di film-film.

Wanita telah diisi penuh di pikiran (dan hati) mereka dengan gagasan Hollywood tentang pria. Dua tragedi akan dihasilkan lewat hal ini. Pertama, tidak ada pria yang dapat hidup masuk standar fiktif itu sehingga mereka secara tidak adil diperbandingkan dan dikritik. Kedua, seorang wanita di tahap awal hubungan dapat cenderung untuk mengisi informasi yang hilang tentang pria dengan imajinasi ideal sebelum dia benar-benar mengenal pria itu. Dia "mengakhiri" jatuh cintanya dengan gagasan, bukan dengan seorang pribadi. Ketika pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan sebagai manusia, wanita tersebut menjadi kecewa namun tetap memegang hubungan itu sambil berharap si pria yang pertama kali ia imajinasikan akan kembali hadir. Ada beberapa kualitas nyata seorang pria, namun yang pertama adalah hidup berkenan pada Tuhan. Anda perlu pertolongan Tuhan untuk menemukan pria seperti itu.

Kebohongan kesembilan : Ketika saya menemukan seorang pria dan lalu menikah, saya pada akhirnya akan merasa bahagia dan lengkap.

Jika hal itu benar, mengapa begitu banyak wanita bercerai (inikah harapan mereka)?. Mengapa bintang Hollywood mencampakkan wanita cantik demi wanita lainnya? Kebenarannya adalah, anda hanya akan merasa bahagia dan utuh ketika anda membiarkan Tuhan-lah menjadi pribadi yang anda cintai. Tidak ada pria - khususnya bukan yang terbaik yang Tuhan sediakan bagi anda - yang akan datang mendekat. Ketika kegembiraan mulai dilucuti (ini akan terjadi), anda akan merasa lebih kesepian daripada ketika anda masih single.

Dengan mengatakan pada diri kita tentang kebenaran, kita memiliki setiap peluang untuk menemukan pria terbaik yang Tuhan sediakan bagi kita. Contoh terbaik hal ini adalah sobat saya. Dia (seorang wanita) menyudahi cara-cara untuk membuat hubungan yang salah dan mulai mendengarkan Tuhan untuk menuntun kehidupan kencannya. Beberapa minggu lalu, saya menghadiri pernikahannya. Hanya sebelum dia berjalan di pelaminan, dia menutup pintu ruangan kecil yang ada dibelakang kami bertiga.

Matanya memancarkan kebahagiaan : "Kami butuh kamu berdoa untuk kami".

Itu adalah perasaan seorang pengantin yang amat menakjubkan - pilihan terbaik dari Tuhan untuk dirinya - itu menunjukkan hari-hari dimana saya berharap dia akan menjalaninya. "Ya berdoalah bagi kami. Itu hanya satu-satunya cara untuk memulai kehidupan kami secara bersama-sama. Hari-hari tidak akan menjadi benar tanpa hal itu (doa)."

Saya tidak dapat setuju yang lain selain hal itu.
Menjalin Hubungan = Meninggalkan Masa Lajang
Komitmen berarti meninggalkan mimpi yang kekanak-kanakan dan harapan-harapan yang tidak realistis yang dapat terjadi dalam sebuah hubungan. Mereka yang menjalin hubungan serius tanpa mempersiapkan diri untuk masalah-masalah apapun, kekecewaan, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan, bisa menimbulkan rasa tidak aman yang meningkat atau rasa sakit hati yang dapat mempengaruhi keutuhan hubungan anda. Dan jika ini terjadi setelah anda menikah, maka hal-hal ini dapat merusak pondasi dari pernikahan anda dan memimpin pada saat-saat yang tidak membahagiakan juga.

Sikap anda untuk mempersiapkan dan menyesuaikan diri untuk hubungan anda dapat membuat perbedaan yang sangat besar. Jadi bagaimana anda mempersiapkan diri untuk melakukan beberapa penyesuaian dan untuk memperkuat hubungan anda?

Ucapkan selamat tinggal pada masa lajang

Pertama, sadarilah bahwa anda tidak bisa membawa gaya hidup lajang anda ke dalam sebuah hubungan, apalagi ke dalam pernikahan. Beberapa memandang bahwa sebuah hubungan serius dan atau pernikahan hanya sebagai tambahan ke dalam gaya hidup mereka yang sudah sibuk. Mereka berpikir bahwa mereka akan melekatkannya saja pada tanggungan mereka saat ini. Itu tidak akan berhasil. Jika hubungan anda bertambah serius, apalagi jika sudah mengarah ke pernikahan, anda perlu mengidentifikasikan perubahan-perubahan yang akan anda buat dalam hidup anda, sama pentingnya dengan melepaskan hal-hal tertentu (bisa berupa beberapa kebiasaan atau gaya hidup) yang sudah tidak sesuai. Semakin bertambahnya usia anda seiring dengan semakin serius hubungan yang anda miliki, semakin bertambah bagian yang anda perlu lakukan untuk penyesuaian-penyesuaian.

Kenalilah pasangan anda

Ingatlah bahwa orang yang dengannya anda jatuh cinta (tidak peduli siapapun mereka) adalah seorang yang asing. Dia mempunyai pola pikir yang berbeda, melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda, mempunyai cara berkomunikasi yang berbeda, dan bahkan mungkin mempunyai beberapa nilai yang berbeda dengan anda. Namun seberapa jauh anda sadar akan hal ini sekarang? Anda akan perlu belajar untuk berbicara dengan bahasa pasangan anda, sama pentingnya dengan pasangan anda belajar untuk berbicara dengan bahasa anda.

Salah satu tujuan dari hubungan anda adalah sebisa mungkin mengenali apa saja kesamaan dan perbedaan anda dan pasangan anda. Anda berdua perlu datang ke suatu tempat di mana anda bisa saling memandang dan berkata, "Kita memang berbeda dalam beberapa hal, namun tidak apa-apa untuk kamu tetap menjadi kamu dan aku tetap menjadi aku. Kita bisa belajar dari satu sama lain."

Berikut ini hal-hal yang dapat anda lakukan untuk membangun hubungan Kristen yang kuat dan saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik lagi. Beberapa pengalaman berikut ini telah membantu beberapa pasangan yang pernah saya konseling:
- Habiskan waktu bersama dengan keluarga pasangan anda dan berusahalah untuk menjalin hubungan baik dengan mereka.
- Bekerja samalah bersama dengan pasangan anda untuk sebuah proyek atau kegiatan tertentu
- Rawatlah pasangan anda jika dia sakit
- Pastikan anda dan pasangan anda bersama-sama membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan

Seberapa baik anda benar-benar mengenal pasangan anda? Semakin anda mengenalnya, maka semakin kecil kemungkinan anda untuk mengalami kekecewaan-kekecewaan yang datang bersamaan dengan proses menyesuaikan hidup anda dengan hubungan yang serius. Dengan mengenal pasangan anda lebih baik, dan dengan mempercayai Tuhan, serta dengan meninggalkan kehidupan lajang anda sebelum anda bertemu dengan pasangan anda, anda sedang meletakkan dasar bagi sebuah hubungan yang kuat.

25 May 2008


Apakah Anda Siap Untuk Cinta?

Ada banyak cerita dan gurauan tentang cinta dan relationship, seperti semua email yang mungkin telah Anda terima. Mengapa? Karena kita diciptakan tidak untuk menjadi sendirian, tapi untuk menjadi penolong bagi satu sama lain - dan karena kita adalah manusia yang telah jatuh dalam dosa, kita memiliki masalah-masalah dalam hubungan yang sepertinya tidak ada akhirnya. Pria dan wanita, tidak diciptakan untuk berdiri sendiri-sendiri.Ada sesuatu yang dibuat Tuhan di dalam diri kita yang mengatakan, "Aku mau berbagi kehidupan dengan seseorang. Aku ingin keintiman." Dan Tuhan berkata tidak baik jika kita sendirian.

Kelihatannya kita selalu siap untuk jatuh cinta. Kita baru saja keluar dari satu hubungan, berpikir bahwa kita akan mengambil jeda dahulu, dan hanya setelah 3 minggu (atau mungkin 3 menit?) Kita sudah siap untuk hubungan yang baru. Ahkan walaupun kita mempunyai tekad yang kuat untuk tetap berada di luar suatu hubungan, kita masih memikirkan tentang hubungan. Kita memperhatikan siapa yang telah menikah, siapa yang sedang berpacaran, dan tidak dapat menahan diri untuk membayangkan apa yang akan terjadi dengan kita karena kita belum mempunyai suatu hubungan yang tepat.

Cinta seringkali membuat kita senang, melemahkan pikiran kita, merebut waktu kita. Rasa cinta yang meluap-luap membuat kita menjadi berbeda dari diri kita sendiri. Kita berperilaku berbeda dan mempermalukan diri kita sendiri. Di dalam hati kita, kita bertanya-tanya apakah ada seseorang yang akan benar-benar mencintai kita. Tampaknya kita mempunyai keinginan alamiah untuk bersatu.

Saya kembali menjadi lajang setelah satu hubungan serius yang berakhir. Saya yakin saya sudah siap untuk cinta. Saya pikir saya sudah siap untuk cinta, pada kenyataannya saya tidak mau hidup sendirian, dan ingin seseorang untuk membuat saya merasa dicintai. Apakah Anda benar-benar siap untuk cinta? Saya akan menolong Anda menjawab pertanyaan itu dalam artikel ini. Mengatakan bahwa Anda siap, berpikir bahwa Anda siap, dan benar-benar sudah siap, seringkali adalah 3 hal yang sangat berbeda.

Apa yang disebut sebagai cinta yang romantis? Scott Peck, dari bukunya "The Road Less Traveled", mengartikannya sebagai hasrat untuk memberikan diri sendiri bagi kesejahteraan orang lain. Rasul Paulus mengatakan bahwa kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cemburu, dan tidak memegahkan diri. Kasih yang sejati tidak egois (1 Korintus 13).

Cinta yang romantis adalah hubungan spiritual-emosional-seksual yang bergairah antara 2 orang yang merefleksikan penghargaan tinggi terhadap nilai satu sama lain. Jika jatuh cinta membuat Anda merasa sakit, bagaimanapun juga Anda mungkin menyimpulkan bahwa memutuskan diri, membuat jarak, dan tidak peduli pada orang lain adalah cara yang paling aman. Tapi, jika cinta yang romantis dapat mengeluarkan yang terburuk dari kita (sikap-sikap irasional, ketergantungan, dan kekanakan yang kita kira telah kita tinggalkan begitu lama), itu juga bisa mengeluarkan yang terbaik dari kita.

Perhatikan apa yang dikatakan Ethel Person tentang cinta:
"Cinta romantis, yang dialami secara subyektif, adalah sebuah emosi dengan intensitas yang luar biasa. Pengalaman cinta dapat membuat waktu seolah-olah berhenti. Cinta dapat memberikan perasaan yang mendalam pada diri sendiri, mungkin dapat dikatakan mengembangkan dan mengubah diri sendiri." Seorang yang lain mengatakan, Anda jatuh cinta, bertambah dewasa, dan hidup bahagia selamanya. Hubungan yang sehat dan saling mencintai mempunyai kapasitas untuk meningkatkan kita menjadi orang-orang yang lebih baik.

Tapi berhati-hatilah. Ada versi cinta yang salah yang menyebabkan ketergantungan yang berlebihan dan keinginan untuk segera (terburu-buru untuk) bersatu. Dalam kasus ini, perasaan cinta tidak menuju kepada mengembangkan dan mengubah diri sendiri, tapi kepada penyimpangan dan mempersempit diri sendiri. Perbedaannya, cinta yang benar membuat kita berkembang sementara kecanduan cinta atau ketergantungan yang berlebihan membuat kita semakin berkurang. Karena itu, kita harus memeriksa diri kita sendiri untuk memastikan bahwa kita sudah siap untuk cinta. Kita harus melepaskan ketergantungan yang bersifat kekanak-kanakan yang sempit dan berharap terlalu banyak, dan menuju ke arah hubungan dewasa yang mengembangkan kita dan orang lain. Kita juga harus siap meresikokan hati kita (lagi) untuk cinta.

Anda sedang mengalami yang mana? Apakah Anda semakin berkembang atau semakin terbatas dalam hubungan Anda? Apakah Anda mencari jalan untuk berhubungan dibanding bersembunyi? Apakah Anda siap untuk mengembangkan diri Anda untuk orang lain? Jika Anda siap untuk menyerahkan hak Anda (untuk menjadi benar) tentang kemana seharusnya arah tissue toilet keluar dari tempatnya, Anda mungkin sudah siap untuk cinta. Jika Anda bisa melepaskan keinginan Anda untuk menjadi pemenang dalam argumentasi tentang keinginan akan hal-hal yang tidak mempunyai konsekuensi penting (yang umumnya tidak bisa dihindari), Anda mungkin sudah siap untuk cinta.

Sumber. Jawaban.com

22 May 2008

Sepi... Dan Terhilang ...

Merajut cinta putih bukanlah hal yang mudah ...
Cinta yang indah tidak seperti membalik telapak tangan ...
Kepercayaan dan sikap jujur yang diharapkan tak pernah ada ...
Hal yang terindah yang pernah aku harapkan mulai pupus ...
Bayangan wajahnya kini tak lagi seindah dulu ...
Apakah hal ini akan kembali??
Apakah indahnya cinta yang pernah ada itu akan hadir kembali??
Pikiranku sudah mulai menumpul saat ini ...
Tak mampu lagi berpikir tentang cinta yang indah ...
Dalam hening aku bergumul menahan perihnya asmara ...

Sepi ...
Sendiri ...
Tanpa cinta ...

Kuingin ulangi rajutan cinta putih ini ...
Namun hati kecilku seakan berkata 'tak mungkin'
Apakah yang terjadi hingga semua ini tak mungkin?
Dia begitu indah ...
Sedangkan aku ...
Aku bukanlah siapa siapa ...


Hemmm.... Desahku terdengar ...
Kosong ...
Hampa ...
Sunyi ...
Sepi ...

Akankah cinta putih ini kembali terajut??
Aku hanya berharap ...
Datang seorang Bidadari Surga temani jiwa yang merana ...

By. Johkie Jonathan Huang

21 May 2008


Waktu Sempurnanya Tuhan
Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." (Kejadian 29:18)

Pernahkah kamu menemui seseorang dalam suatu pertemuan dan sesuatu percikan terbang saat itu? Kamu memperhatikan bukan hanya warna mata orang itu namun juga kilauan di matanya yang tampaknya mengundang kamu untuk mengeksplorasi orang itu lebih dalam lagi. Itulah yang terjadi antara Yakub dan Rahel. Kejadian 29:17 mengatakan bahwa Rahel begitu menawan dalam penampilan dan juga cantik. Yakub jatuh cinta begitu dalam pada Rahel hingga ia bersedia bekerja buat ayah sang gadis selama tujuh tahun hanya untuk menikahinya.

Jika kamu dihadapkan pada situasi Yakub, maukah anda bekerja selama tujuh tahun untuk seorang yang kamu cintai? Coba pikirkan kembali apa yang kamu kerjakan tujuh tahun yang lalu. Apakah kamu bekerja pada pekerjaan yang sama seperti pekerjaan kamu saat ini? Menghadiri gereja yang sama? Berkumpul dengan orang yang sama?. Kehidupan kita berubah banyak selama tujuh tahun terakhir, bukankah begitu?

Bayangkan apa yang Rahel harus rasakan. Dia menemukan pria yang dia ingin nikahi dan kemudian harus sering berada disekelilingnya sepanjang tujuh tahun berikutnya tanpa bisa menikahinya. Dia pasti berjuang dengan kesangsian tentang apakah mereka akan menikah. Kemudian, ketika waktu akhirnya datang, dia mungkin saja mengalami kehancuran ketika menemukan bahwa ayahnya telah menipu pria yang dicintainya dengan menikahkan pria idamannya pada saudara perempuannya sendiri, Lea.

Apa yang Rahel mungkin tidak mengerti pada saat itu adalah bahwa Tuhan pada akhirnya membawa Juruselamat pada dunia melalui darah keturunan antara Yakub dan Lea. Yesus adalah keturunan dari pernikahan yang didasarkan atas kebohongan - paling tidak pada tingkatan yang mendunia - namun Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Rahel pada akhirnya menikahi Yakub dalam waktu terbaiknya Tuhan.

Tuhan mengarang peristiwa dalam kehidupan kita untuk menyajikan kemuliaanNya. Seperti halnya Rahel, kita tidak tahu waktu Tuhan untuk masa depan kita, namun kita dapat mempercayai bahwa seperti halnya Tuhan tahu apa yang sedang Dia kerjakan untuk Rahel, Dia juga tahu apa yang Dia kerjakan bagi hidup kita.

Menggali Lebih Dalam Kejadian 29:18

1. Apakah kamu pernah jatuh cinta pada seseorang hanya saja Tuhan mengatakan padamu untuk menunggu pernikahan?
2. Pernahkah kamu menanyakan tentang waktuNya Tuhan? Jelaskan...
3. Apa yang kamu lakukan selama periode penantian?
4. Pernahkah kamu berpikir tentang gambaran besarnya? Bahwa Tuhan sedang bekerja mengarang peristiwa dalam kehidupan kamu untuk kemuliaanNya? Atau anda justru lebih terfokus pada diri sendiri? Jelaskan...
5. Bagaimana ayat ini bisa mengubah jalan hidup kamu dalam menangani hubungan di masa depan jika Tuhan mengatakan pada kamu untuk menunggu pernikahan?

Sumber. Jawaban.com

Dijual: Soulmate
Hampir setiap hari saat menyimak stasiun radio Kristen, saya mendengarkan sebuah iklan tentang layanan kencan online yang menyatakan dapat membantu saya untuk menemukan soul mate atau orang yang tepat (the one). Saya telah kebal terhadap iklan tersebut, sampai sebuah percakapan dengan seorang teman wanita membuat saya ingin tahu apa yang sebenarnya mereka jual.

Satu malam, teman saya, Emily membicarakan tentang betapa hebat pacarnya dan bahwa mereka telah mendiskusikan pernikahan. Teman kami lainnya, seorang pria, yang pernah tertarik pada Emily, pasti telah berpikir seperti yang saya pikirkan dan segera bertanya, "Berapa lama kalian berdua telah berkencan?"

"Sekitar sebulan," katanya.

Ia dengan segera menyadari reaksi yang tidak biasa dan menambahkan, "Tetapi, saat kamu telah menemukan orang yang tepat (the one), kamu akan langsung tahu."

Saya tersenyum dan berkata bahwa saya turut berbahagia dan demikian juga teman kami yang lainnya, meskipun saya tahu ia cemburu dan tidak bermaksud demikian.

Novel romantis, majalah dan film mendapat keuntungan dengan mengjual konsep soul mate. Tetapi, apakah memang ada seseorang yang telah ditakdirkan untuk menikah dan berbahagia dengan kita sampai seumur hidup?

Lirik lagu dari musik tahun 80-an secara rutin berputar sekitar bertemu dengan seseorang yang istimewa yang membuat hidup sang musisi menjadi lengkap. Musiknya luar biasa dan memberikan perasaan hangat yang samar-samar saat kita mendengarkan bintang rock itu menyanyikan cinta dalam hidup mereka. Namun, kita gagal menyadari apabila para musisi itu tidak bangkrut karena rehabilitasi dan tunjangan perceraian, mereka akan menulis lagu-lagu baru tentang betapa mereka membenci wanita yang sama.

Saya tidak akan berbohong dan berkata saya tidak menangis saat pertama mendengar Jerry Maguire (dalam film berjudul sama) berkata "Engkau membuat saya lengkap." Saya sama bersalahnya dengan orang lain dalam mempercayai kemungkinan bahwa Tuhan telah memilih dengan tangan-Nya sendiri seorang pasangan bagi saya, dan kami akan berada dalam suatu kehidupan yang berbahagia selamanya. Namun, saya juga seorang realis, sehingga saya mulai mencari melalui dua sumber yang paling saya percayai: Google dan Alkitab.

Google memberikan hasil pencarian sebanyak 6,3 juta. Saya memiliki pekerjaan dan kehidupan sosial, sehingga saya hanya membuat beberapa pilihan. Nampaknya, semua orang ingin mencari soul mate mereka dan terdapat juga 6,3 juta cara untuk melakukan pencarian. Ironisnya, kebanyakan dari situs tersebut memberi informasi bahwa mereka dapat menemukan soul mate saya dengan harga yang sangat minimal. Saya berpikir: Bukankah seorang soul mate - bila memang hal seperti itu ada - seharsunya berharga lebih dari "harga minimal"?

Pencarian saya selanjutnya adalah menelaah apa yang Tuhan katakan tentang soul mate. Sayangnya, saya tidak dapat menemukan kata "soul mate" dalam konkordasi dari ketiga versi Alkitab yang saya miliki.

Saya berpikir kembali: Mungkin seseorang menciptakan terminologi itu (soul mate) bertahun-tahun setelah kanon ditutup. Saya mulai membaca semua contoh pernikahan dalam Alkitab dan hal itu juga tidak banyak membantu. Selain Tuhan mencabut sebuah tulang rusuk Adam dan menghadirkan Hawa, saya tidak dapat mencari contoh lain yang dapat menyamai teori soul mate modern.

Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi seorang pelacur, tetapi Ia tidak secara spesifik menyebutkan Gomer. Pelayan yang menemukan Rebeka di sumur bagi Ishak, tidak mencari Rebeka. Ia mencari perempuan pertama yang memberi air bagi onta-ontanya dan setuju untuk meninggalkan keluarganya. Salomo memiliki paling tidak 300 istri, apakah setiap mereka merupakan soul mate Salomo?

Karena Alkitab tidak menawarkan hasil seperti apa yang saya percayai, saya mulai bertanya pada beberapa pendeta. Secara mengejutkan, tidak ada di antara mereka yang memberikan pernyataan yang sesuai dengan teori soul mate. Salah satunya bahkan bertanya: Bagaimana kita mengkategorikan seorang janda yang menikah lagi? Seorang lainnya mengemukakan tentang tingginya angka perceraian dan berkata, "Orang kadang-kadang meninggalkan hubungan cinta dan pernikahan karena hubungan itu merupakan suatu kerja keras dan mereka percaya bahwa "orang yang tepat" masih ada di luar sana."

Akhirnya, saran terbaik yang saya terima datang dari seorang pendeta yang berkata, "Media massa dari budaya modern kita ini telah menghancurkan konsep soul mate, karena ‘soul' (jiwa) saat ini bisa berarti segala sesuatu yang metafisis dan ‘mate' (pasangan) bisa berarti siapa saja." Ia juga berkata, "Seseorang yang harus kita cari adalah Yesus, dan Ia akan membantu kita berubah sehingga kita dapat menjalankan pernikahan yang baik dengan siapa pun."

Hal itu merupakan konsep yang tidak biasa: Menikah dengan siapa saja dapat berlangsung dengan baik asalkan kita mengikuti tuntunan Tuhan dan berkomitmen pada -Nya setiap hari. Hal itu masuk akal, meskipun saya telah melihat banyak orang yang jatuh cinta dan patah hati lebih cepat daripada mereka mengganti kaus kaki. Apabila kita bertumpu kepada perasaan jatuh cinta, maka hal itu secara jelas tidak akan berlangsung dengan baik.

Di atas segala alasan, saya tidak mau membeli teori soul mate dan itu lah yang menyebabkan saya tidak pernah membayar sebesar US $ 49.95 pada sebuah situs internet yang tidak tahu apa pun tentang saya untuk menemukan soul mate dari daftar wanita yang juga membayar sebesar US $ 49.95.

Sumber. Jawaban.com

19 May 2008

Dari Euforia Cinta ke Cinta yang Dewasa (2)

Pada artikel sebelumnya telah dibahas perbedaan antara tahap euforia cinta dan cinta yang dewasa. "Jatuh" (jatuh cinta) adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali kita, sedangkan "membangun" adalah proses bertumbuh yang dilakukan secara sadar. Jadi bagaimana kita terus bertumbuh dalam cinta? Bagaimana kita bisa berpindah dari euforia cinta ke cinta yang dewasa dan keintiman yang sesungguhnya?

Pohon yang besar dan rindang tidak bertumbuh dalam waktu semalam atau setahun, tapi seumur hidup. Begitu pula dengan cinta yang dewasa. Itu merupakan komitmen seumur hidup yang membutuhkan kesabaran, keyakinan, disiplin, konsentrasi, iman, dan praktek harian. Jika Anda hanya mengusahakan cinta beberapa kali dalam waktu setahun, hubungan Anda akan menjadi layu dan mati perlahan-lahan. Usaha harus dilakukan setiap hari untuk mempertahankan hubungan Anda, entah itu dengan pasangan, anak, atau rekan kerja.

Bertumbuh dalam cinta yang dewasa membutuhkan kesabaran. Anda perlu mengenal pasangan Anda sebaik Anda mengenal diri sendiri, yang membutuhkan waktu. Keluhan yang paling sering saya dengar adalah, "Saya tidak punya waktu." Cinta yang dewasa membutuhkan waktu dan harus menjadi prioritas. Saya tidak mengatakan Anda harus menghabiskan setiap menit setiap hari bersama pasangan Anda. Yang terutama adalah kualitas, dan kuantitas mengikuti, serta kesabaran dan disiplin untuk melakukannya setiap hari. Satu-satunya cara Anda mengenal pasangan Anda, adalah dengan berkomunikasi setiap hari. Mungkin ada hari-hari dimana Anda stress karena pekerjaan atau disibukkan dengan hal-hal lain, tapi anda perlu mempunyai disiplin untuk meluangkan waktu bersama pasangan Anda dengan komunikasi yang berarti.

Setiap hari di tempat kerja, Anda bercakap-cakap dan berkomunikasi dengan rekan kerja yang lain. Dalam banyak kasus, Anda melakukannya untuk mengumpulkan informasi untuk meningkatkan kualitas hasil kerja Anda. Hubungan Anda tidak jauh berbeda. Ambil waktu untuk melihat foto-foto lama, film, atau video dari kehidupan masing-masing. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk berbagi pengalaman dimana Anda dan pasangan masing-masing telah bertumbuh. Mengijinkan pasangan Anda untuk mengetahui seperti apa masa kecil Anda membuat dia dapat melihat seseorang yang telah bertumbuh menjadi Anda saat ini. Dibutuhkan keberanian untuk menjadi terbuka dan berbagi tentang siapa Anda sebenarnya, dan saat inilah keintiman terbangun. Anda tidak hanya berbagi masa lalu dengan orang yang Anda cintai, Anda juga memberikan diri Anda sendiri kesempatan untuk kembali mengenang ingatan, kenangan, dan perasaan Anda.

Berbagi seperti ini bisa mengeluarkan emosi dan diri sendiri yang asli. Mengunjungi kembali lingkungan yang lama, sekolah yang lama, dan tempat favorit untuk hang out membuat kita bisa berbagi dengan pasangan kita, dengan ketulusan dan kejujuran. Inilah yang akan menciptakan dasar yang akan membuat benih Anda bertumbuh. Pada awal hubungan, hal ini mudah dilakukan, tapi seiring waktu berjalan, dibutuhkan lebih banyak konsentrasi dan disiplin untuk saling berbagi. Waktu untuk satu sama lain sangatlah penting. Mungkin dengan kencan pada malam-malam tertentu, rekreasi berdua, atau berbelanja bersama merupakan waktu intim untuk Anda berdua, sehingga Anda bisa saling berbagi pemikiran dan pengalaman sehari-hari.

Jangan lupakan hal-hal kecil. Ingatlah hal-hal yang pernah Anda lakukan satu sama lain semasa euforia cinta. Kartu-kartu, email, bunga, surat cinta, hadiah-hadiah, dan waktu yang dengan mudah Anda berikan. Semua itu tidak harus berhenti, bahkan seharusnya tidak berhenti. Semua itu adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan cinta Anda untuk satu sama lain. Agar benih cinta Anda dapat bertumbuh menjadi dewasa, Anda harus melakukan praktek mencintai dalam hidup sehari-hari Anda.

Tidak ada yang mengatakan bahwa hidup itu mudah. Seiring Anda dan pasangan Anda bertumbuh bersama, Anda akan mengalami pergolakan. Tidak ada hal yang akan sempurna selamanya, hidup mempunyai saat-saat naik dan turunnya, dan begitu pula dengan hubungan Anda. Anda membutuhkan kesabaran untuk melalui saat-saat badai, dan iman untuk bersama-sama melalui saat-saat buruk akan memperkuat cinta Anda. Ini adalah tentang mengalami hidup, mengalami bagian yang baik dan bagian yang buruk, itulah yang membuat hubungan cinta kaya dan unik. Ketika hidup sedang sulit, itu adalah kesempatan bagi Anda dan pasangan Anda, bersama-sama, untuk membangun dan memperkuat cinta dewasa yang Anda miliki untuk satu sama lain. Adalah penting untuk melihat masa-masa kehidupan yang membuat stress sebagai pengalaman "kita bersama-sama menghadapi dunia". Sangan disayangkan banyak pasangan yang mengijinkan saat-saat sulit dalam hidup malah memisahkan mereka, ketika saat-saat itu seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk bersatu.

Semua ini tergantung sikap Anda dan sudut pandang yang Anda pilih. Cinta yang dewasa dibentuk oleh 2 orang yang dengan sadar berusaha bertumbuh bersama sebagai satu kesatuan. Itu tidak terjadi begitu saja. Saat kebersamaan ada dalam hubungan Anda, tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi. Untuk dapat bertumbuh dalam cinta yang dewasa bersama-sama, Anda harus sabar, mempunyai keyakinan, dan iman pada hubungan Anda, mempunyai cukup disiplin untuk meluangkan waktu satu sama lain, memfokuskan diri pada hal-hal yang positif dan menhadapi hal-hal yang negatif. Latihlah ini setiap hari, belajarlah seni mencintai, dan Anda berdua akan mengalami cinta yang dewasa bersama-sama.

Relationship


Dari Euforia Cinta ke Cinta yang Dewasa

Anda baru saja meresmikan hubungan anda dengan seseorang yang anda sukai, dan sedang mengalami euforia cinta: romantisme, hasrat yang menggebu-gebu, perasaan yang selalu di "awang-awang"... Mungkin Anda merasa memang seperti itulah yang namanya jatuh cinta. Sekarang pertanyaan saya, "Bagaimana kita bisa mencapai level cinta yang berikutnya?" Menurut pendapat saya, cinta yang dewasa adalah tentang "membangun", bukan "jatuh". "Jatuh" adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali kita, sedangkan "membangun" adalah proses bertumbuh yang dilakukan secara sadar. Jadi bagaimana kita terus bertumbuh dalam cinta? Bagaimana kita bisa berpindah dari euforia cinta ke cinta yang dewasa dan keintiman yang sesungguhnya?

Apa yang Anda miliki pada awal hubungan Anda adalah benih yang kecil: permulaan dari sesuatu. Pada tahap awal hubungan cinta, dengan intensitasnya, hasratnya, dan kedekatan fisiknya memang terasa seolah-olah sepertinya benih cinta itu telah tumbuh menjadi pohon dalam waktu semalam. Namun kenyataannya, selama tahap ini, hubungan cinta Anda masih berupa benih kecil itu. Saat Anda menanam benih, benih itu mulai tumbuh dan berkembang. Dalam tahap euforia cinta, Anda dan pasangan Anda seperti benih. Cinta anda hanya baru mulai bertumbuh. Anda mungkin merasa sudah setinggi 40 kaki, tapi kenyataannya Anda masih setinggi 6 inci di permukaan tanah. Sama seperti benih yang membutuhkan perawatan dan kasih sayang untuk bertumbuh, begitulah juga hubungan cinta. Tanamlah benih Anda di tanah yang subur, beri nutrisi dan air yang cukup, dan sinar matahari akan menghasilkan pohon muda yang kuat dan sehat, yang mempunyai kesempatan untuk bertumbuh lagi menjadi pohon dewasa yang rindang dan kokoh. Jika benih atau pohon muda itu dibiarkan begitu saja atau diabaikan dalam tahap pertumbuhannya, maka dia akan melemah dan memburuk. Dan jika benar-benar diabaikan, maka dia akan mati. Hal yang sama juga berlaku pada hubungan cinta.

Cinta adalah sesuatu yang hidup, bertumbuh, dan dinamis. Cinta bertumbuh dalam tahapan-tahapan yang membutuhkan makanan dan perhatian untuk dapat berkembang. Tanpa perawatan yang tepat, cinta akan lenyap perlahan-lahan. Mari kita lihat bahan pertama yang dibutuhkan untuk menumbuhkan sebuah benih: tanah. Tanah adalah Anda dan pasangan Anda sebagai individual. Kondisi tanah harus mempunyai semual elemen yang tepat untuk merangsang pertumbuhan. Mencintai diri sendiri yang sehat adalah dasar dari tanah yang subur. Agar cinta dapat bertumbuh, baik Anda maupun pasangan Anda perlu berbahagia dan utuh dengan diri sendiri. Banyak dari kita mencari pasangan untuk menyelamatkan atau membuat kita utuh, untuk membuat kita bahagia. Itu tidak akan berhasil, karena semuanya dimulai dari diri Anda dan pasangan masing-masing sebagai seorang pribadi. Jika Anda tidak mencintai diri sendiri, Anda tidak akan bisa mencintai orang lain.

Sebelum Anda masuk ke hubungan cinta yang dewasa, Anda, sebagai individu, harus tahu siapa diri Anda, apa yang Anda butuhkan, dan apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Anda harus melakukan semuanya sendiri lebih dulu. Jika Anda masih marah, menyimpan kepahitan dan rasa sakit, atau belum berurusan dan menyelesaikan beban-beban emosional dari masa lalu, Anda belum siap untuk cinta yang dewasa. Tanah Anda belum cukup sehat untuk menampung dan mendukung pertumbuhan sesuatu yang lebih besar dibanding diri Anda sendiri. Anda harus jujur dengan diri Anda sendiri untuk mengetahui apakah Anda benar-benar siap untuk menjalani hubungan cinta yang dewasa.

Jika Anda menemukan diri Anda selalu mengakhiri hubungan ketika masa euforia cinta berakhir, Anda perlu merenungkan kembali dan membereskan diri Anda. Orang lain bukanlah masalahnya, tapi Anda. Seringkali kita mudah menyalahkan orang lain atau situasi untuk kesulitan kita, terutama jika menyangkut masalah hati. Jujurlah dengan diri Anda sendiri, Kita semua manusia: kita tidak sempurna, kita mempunyai kekurangan. Jika Anda menemukan diri Anda selalu berpindah dari hubungan kekerasan yang satu ke hubungan kekerasan yang lain, Anda harus bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya selalu tertarik dengan tipe orang seperti itu? Mengapa saya selalu memilih untuk menjadi korban? Mengapa saya selalu mengulangi pola yang sama?"

Jika beberapa pasangan meninggalkan Anda, mengeluh bahwa Anda terlalu mengekang mereka, mungkin Anda perlu bertanya pada diri sendiri mengapa Anda merasa begitu tidak aman. Jika Anda pernah melalui hubungan-hubungan dimana Anda selalu mengorbankan impian dan tujuan Anda serta individualitas Anda, untuk orang lain, mungkin Anda perlu bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya ingin hidup dalam kehidupan melalui orang lain?" atau "Mengapa saya mengorbankan diri saya dalam porsi yang sangat berlebihan untuk orang lain?" Ketika Anda memeriksa diri Anda sendiri dan merasa nyaman dengan siapa diri Anda sebenarnya, ketika Anda telah mampu jujur terhadap diri sendiri, Anda siap berkomitmen untuk cinta yang dewasa.


17 May 2008

Mengenali Diri Sendiri

Pernahkah anda mendengar sebutan seperti; ‘muka tembok' atau ‘kulit badak' ? sebutan ini biasanya ditujukan untuk orang yang terlalu percaya diri atau over confident. Orang yang over confident memang terkesan percaya diri dan tidak tahu malu atau tidak tahu diri. Sehingga sering dijuluki seperti itu, untuk menggambarkan betapa orang yang over confident itu tidak mampu menempatkan diri dalam norma yang seharusnya.

Dengan demikian, maka orang yang percaya diri, seharusnya mampu menempatkan dirinya dalam norma yang berlaku tanpa merasa rendah diri. Ini berarti letak percaya diri adalah diantara over confident dengan lower confident. Orang yang merasa lower confident cenderung merasa malu dan segan, sehingga terkesan tertutup dan pemalu. Biasanya, orang yang merasa lower confident, memiliki sikap-sikap seperti; pesimis, tidak berani menerima tanggung jawab, tidak berani mengungkapkan pendapatnya, dan cenderung menutup diri. Hal-hal ini, tentunya akan sangat merugikan, karena dapat menjadi penghalang orang tersebut untuk maju atau berhasil.

Tetapi, menjadi persoalan adalah tidak mudah untuk memiliki percaya diri. Salah satu syarat untuk memiliki kepercayaan diri adalah memiliki rasa berharga terhadap diri sendiri. Kalau anda perhatikan orang-orang yang memiliki kepercayaan diri, umumnya memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan.

Kebanggaan inilah yang membuat orang tersebut merasa dirinya berharga, sehingga mereka bisa ‘tampil' dengan penuh percaya diri. Sebaliknya, jika anda perhatikan orang yang lower confident, umumnya adalah orang yang merasa dirinya kurang berharga, bahkan tidak berharga. Mereka merasa dalam diri mereka tidak ada sesuatu yang dapat dibanggakan. Akibatnya, mereka tidak mampu ‘tampil' dengan kepercayaan diri yang penuh.

Sebaliknya lagi, orang yang over confident adalah orang yang terlalu merasa dirinya berharga. Mereka mempunyai sesuatu dalam dirinya yang membuat mereka merasa lebih dari orang lain. Sehingga mereka dapat dengan nyaman untuk ‘tampil' atau melakukan perbuatan yang orang kebanyakan rasa malu melakukannya.

Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat memiliki rasa berharga yang akan membuat kita percaya diri? Ada beberapa kesalahan yang terjadi sehubungan dengan memiliki rasa berharga dalam diri. Dibawah ini adalah penjelasan beberapa kesalahan-kesalahan itu dan penjelasan membangun rasa berharga yang sebenarnya :

1. Rasa berharga yang diperoleh secara fisik
Maksudnya orang tersebut merasa berharga karena mengetahui bahwa ia secara fisik itu cantik, tampan, bertubuh atletis bagi pria, atau langsing bagi wanita, dsb. Mengapa rasa berharga ini saya bilang salah, karena kepercayaan diri yang akan ia miliki bergantung kepada fisiknya. Selama fisiknya tetap cantik atau tubuhnya tetap langsing, misalnya atau selama ia tetap tampan dan fisiknya tetap atletis, ia masih memiliki kepercayaan diri.

Tetapi, bila terjadi musibah kecelakaan, dan fisiknya terkena akibat musibah itu apakah ia masih punya kepercayaan diri? Bila melihat fisiknya sudah tidak cantik lagi atau fisiknya sudah cacat dan melihat ada orang yang cantik atau tubuh yang atletis, apa ia masih bisa percaya diri? Jadi, tidak bisa membangun kepercayaan diri berdasarkan rasa berharga yang diperoleh secara fisik. Fisik itu sangat labil atau mudah berubah, tidak bisa dijadikan dasar untuk percaya diri.

Oleh karena itu, tidak perlu merasa rendah diri kalau secara fisik kita merasa tidak cantik atau tidak langsing malah langsung. Bagi pria, tidak tampan, malah bertumbuh pendek, berkulit hitam, ber-rambut kriting, dan hidup lagi. Ingatlah, sekalipun, secara fisik anda kurang bahkan cacat, tetapi kepercayaan diri tidak bisa dibangun dari rasa berharga yang diperoleh secara fisik.

2. Rasa berharga yang diperoleh karena kaya secara materi

Banyak juga orang yang membangun rasa percaya dirinya melalui harta kekayaan yang ia miliki. Tidak heran karena dimana-mana orang kaya selalu dihargai dan dihormati oleh orang yang tidak mampu. Perhatikan saja, bila orang kaya masuk toko, pelayan pasti menyambutnya dengan ramah dan penuh rasa hormat. Bila pelayanan tidak baik, maka orang kaya itu akan marah karena merasa tidak dihargai. Sebaliknya, bila orang yang miskin, adakalanya dibiarkan saja atau tanpa sambutan yang ramah.

Begitu juga didalam kehidupan bermasyarakat, orang kaya menjadi tokoh terhormat yang menduduki kursi-kursi terhormat dan duduk bersebelahan dengan para pejabat. Sebaliknya, orang miskin mungkin tidak mendapatkan kursi dan tinggal berdiri diluar tenda. Oleh karena itu, orang kaya sering terlihat ‘tampil' dengan penuh percaya diri. Karena, sekalipun ia hanya memakai celana pendek dan kaos oblong, orang yang tahu dia orang kaya akan tetap menghormati atau menghargainya. Pada akhirnya, banyak orang berusaha untuk kaya, agar dihormati dan dihargai orang lain.

Tetapi, kekayaan secara materi tidak bisa di jadikan dasar untuk memiliki kepercayaan diri. Sebagai contoh; seseorang yang merasa dirinya berharga karena memiliki kekayaan. Ia akan kehilangan harga dirinya bersamaan dengan hilangnya kekayaan yang ia miliki. Secara otomatis, ia pun akan kehilangan rasa percaya dirinya karena sudah kehilangan harga dirinya. Bahaya sekali apabila anda mengantungkan harga diri anda dengan harta kekayaan.

Beberapa orang, memilih untuk mengakhiri hidupnya (bunuh diri) setelah tahu bahwa ia sudah tidak kaya lagi atau usahanya sudah bangkrut, dsb. Orang-orang tersebut memilih mati daripada hidup tanpa kekayaaan. Mereka berpikir diri mereka sudah tidak ada artinya atau tidak berharga tanpa kekayaaan yang mereka miliki.

3. Rasa berharga yang diperoleh dari kedudukan/jabatan dan kekuasaan

Tidak berbeda dengan orang-orang yang mendasarkan harga dirinya melalui kekayaan. Mendasarkan harga diri pada kedudukan/jabatan dan kekuasaan merupakan hal yang berbahaya juga. Seorang jendral yang meletakan harga dirinya pada kekuasaannya. Ia akan merasa tidak berarti atau berharga setelah ia pensiun karena tidak ada lagi yang menghormatinya. Sebab, ia sudah tidak berkuasa lagi dan orang yang dahulu membutuhkannya kini meninggalkannya dan mencari jendral yang masih aktif. Seorang ketua yang merasa berharga karena kedudukannya. Ia akan kehilangan harga dirinya setelah tidak lagi menjabat sebagai ketua dan orang-orang tidak menghormatinya lagi.

Seorang pejabat yang merasa berharga karena ia bukan seperti rakyat biasa, melainkan pejabat pemerintah. Ketika, ia tidak menjabat lagi dan kembali menjadi rakyat biasa, maka iapun kehilangan rasa berharganya. Begitu juga dengan keluarga yang menaruh harga diri mereka kepada orang tua atau suami/istri mereka yang menjabat atau berkuasa. Ketika, orang tuanya atau suami/istrinya tidak lagi menjabat, maka hilang pula harga diri mereka. Orang-orang yang mendasarkan harga diri mereka kepada kekuasaan atau jabatan, akan berhadapan dengan masalah kejiwaan. Beberapa diantara mereka ada yang menjadi gila atau sakit jiwa karena tidak mampu menghadapi kenyataan. Biasanya, mereka selalu dihormati, dihargai, dilayani, kini tidak ada ada lagi. Mereka tidak tahan melihat orang dihormati, dihargai, dan dilayani seperti mereka dulu. Hal itu akan membuat air mata mereka mengalir atau mereka menjadi stress sendiri. Karena mereka tidak lagi merasa berharga seperti dulu ketika mereka masih menjabat atau ketika orang tua atau suami/istri mereka masih menjabat.

Jadi, kedudukan/ jabatan dan kekuasaan yang dimiliki itu hanyalah bagian dari pekerjaan. Ingatlah, harga diri anda tidak ditentukan dari apa pekerjaan anda atau apa kedudukan anda.

4. Rasa berharga yang diperoleh karena memiliki kepandaian atau kemampuan

Ada juga orang-orang yang membangun harga dirinya melalui kepandaian, kemampuan atau ketrampilan yang mereka miliki. Mereka merasa berharga karena mereka cerdas secara intelektual, atau terampil bermain musik, atlet olah raga, dsb. Keahlian mereka adalah harga diri mereka. Ini juga salah karena kepandaian, kemampuan atau ketrampilan setiap orang itu terbatas. Tidak ada manusia yang selalu benar atau selalu bagus, akan selalu ada saat, ia lalai atau melakukan kesalahan. Ada pepatah yang berbunyi," sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga."

Sepintar apapun dia, seahli apapun dia, atau seterampil apapun dia, tetap memiliki potensi untuk gagal atau berbuat kesalahan. Jadi, bila harga diri dibangun dari kepandaian atau kecerdasan, kemampuan atau ketrampilan, maka anda sedang bergantung pada akar yang rapuh. Contoh; seorang yang ahli bermain musik. Dalam konsernya, ternyata ia gagal memainkan musik yang seharusnya dan membuat penontonnya kecewa. Bila ia meletakan harga dirinya pada keahliannya, maka kegagalannya adalah hilangnya harga dirinya. Ia tidak lagi merasa berharga karena ia telah gagal memainkan musik dan membuat penontonnya kecewa. Oleh karena itu, tidak bisa membangun harga diri melalui kepandaian, kemampuan, atau ketrampilan. Karena ketika mereka gagal atau melakukan kesalahan, mereka akan dengan mudah kehilangan harga dirinya juga.