09 June 2008


9 Mitos Wanita tentang Pria
Duduk berseberangan meja dari teman cantik saya di café kopi tua yang eksotik, kecemasan saya memuncak. Teman saya ini membagikan kisah detail tentang hubungan barunya yang penuh badai dimana dia mulai punya pasangan satu bulan terakhir.

"Saya akhirnya menemui pria yang menjadi teman saya bicara di internet. Setelah bicara dan mengirim SMS secara tetap sekitar dua bulan, kami memutuskan untuk mengambil langkah selanjutnya - jadi kami bertemu minggu lalu. Amat ajaib. Dia adalah pria sempurna bagi saya!. Dia begitu ramah, pandai, lucu, dinamis... dia terlalu baik untuk bisa dipercaya.

Tepat sekali, saya yakinkan pada diri saya.

"Apakah sudah saya sebutkan dia itu sudah mapan secara ekonomi? Bukan uangnya yang penting" Kegembiraan terpancar ketika dia mengatakan kebalikannya.

"Apakah dia seiman dan seorang Kristen?"

"Kami bertemu di situs E-Harmony!"

"Apakah setiap orang yang ada di E-Harmony adalah orang Kristen?"

"Yahh. Dia memang belum benar-benar pergi ke gereja - tapi dia pasti cinta Tuhan".

Saddam Hussein juga mengaku cinta pada Tuhan. "Bagaimana kamu tahu tentang hal itu?".

"Dia mengatakannya pada saya! Yang saya tahu Tuhan menyatukan kami".

"Kamu baru kenal dia dua bulan. Kenapa kamu pikir Tuhan membawa dia untuk hidup kamu?". Saya harus mencubit diri saya sendiri dibawah meja untuk tidak terdengar seperti merendahkan dirinya.

"Karena... kami merasa begitu cocok bicara dengan dia. Kami punya banyak kesamaan. Dia benar-benar mencintai saya". Oh.. oh.. Saya dapat melihat kami dalam masalah sekarang...

"Jadi... dia itu tipe cowok Kristen ya?, saya yakin dia tidak mencoba untuk mengajak kamu tidur dengan dia. Maksud saya, dia pasti menjaga kesucian kamu dan semuanya, betul khan?". Saya merasa punya perasaan jelek tentang pria ini sebelumnya. Rasa sinis saya mulai ditunjukkan.

"Yeah.. dia tidak sesuai aturan tentang soal itu. Maksud saya, kami ini orang dewasa dan dia mengatakan selama kita berkomitmen satu sama lain maka hal itu (hubungan seks) sama saja setelah menikah". Rasa bersalahnya kelihatannya menguap tadi malam.

"Jadi jika kamu saling mengenal dengan baik, apa dong kelemahan dia?". Disamping tidak menjadi seorang Kristen, mencoba mendapatkan kamu di tempat tidur adalah peluang pertamanya, dan dia menjadi seorang pembohong.

"Dia mungkin hanya sedikit menekan. Bukankah normal untuk seorang pria meminta kamu melepas sepatu sebelum kamu masuk ke mobilnya? Namun saya kira saya pikir sebegitu jauhnya... Dia punya begitu banyak kualitas, jadi apa jeleknya dengan hal itu?".

Saya punya percakapan seperti ini lusinan kali dengan kaum gadis - wanita. Pada kenyataannya, untuk kebanyakan dalam kehidupan saya, saya sendiri berbohong pada diri saya. Jika ada orang yang tahu tentang kebohongan wanita yang mereka katakan pada diri mereka sendiri untuk membenarkan hubungan yang buruk yang mengarahkan diri mereka pada pernikahan yang buruk, itulah saya. Dan sekarang, teman tercinta saya, seorang yang mengatakan kembali kebohongan ini, jatuh pada pria dengan begitu mudahnya. Saya mulai berdoa agar dia melihat kebenaran sebelum semuanya terlambat.

Bagaimana dengan anda? Jika anda mencoba menahan yang terbaik dari Tuhan, namun anda menemukan diri anda mengidentifikasi sejumlah kesamaan dengan pembicaraan diatas, anda harus baca tulisan ini. Tidak terlambat untuk anda mulai mengidentifikasi kebohongan yang anda katakan pada diri anda sendiri sehingga anda dapat menghindari pernikahan yang kosong dan hancurnya mimpi hidup anda.

Kebohongan pertama : seorang pria Kristen pastilah pilihan terbaik untuk pasangan kita

Pertama dari semuanya, hanya karena seorang pria disebut Kristen bukan berarti itu menyatakan kondisi rohaninya. Hitler mungkin juga bisa menyatakan dirinya sebagai orang baik. Apa yang sesungguhnya ditunjukkan oleh keyakinan seorang pria adalah tindakannya - bukan mencoab mendapatkan anda di ranjang sampai anda berdua mengenakan cincin kawin; mengawali hubungan dirinya secara pribadi dengan Tuhan dan mendukung anda tentunya; dan khususnya memegang teguh kesadarannya dalam hubungan untuk mengijinkan Tuhan memimpin dirinya. Pilihan Tuhan tentang pasangan bagi anda adalah seorang saleh, dan jika anda mendengarkan, Tuhan akan mengatakan pada anda melalui kehidupan doa yang aktif dan nasehatnya melalui pengaruh orang saleh lainnya apakah ini orang yang satu-satunya Tuhan pilihkan untuk anda. .

Kebohongan kedua : Jika hubungan itu rasanya benar, maka itu adalah benar.

Perasaan itu tidak dapat dipercaya. Jangan percaya padanya, khususnya ketika perasaan terjadi dalam masalah spiritual. Perasaan berubah hari demi hari, dan mereka dapat berbohong pada anda. Wanita yang menyandarkan diri pada perasaan untuk membuat keputusan penting akan menuju pada kekecewaan, membuat satu kesalahan setelah kesalahan lainnya. Keputusan harus dibuat dengan obyektif dan melalui doa. Dosa seksual dalam hubungan akan membuat kabut awan untuk membuat penilaian dan penaksiran yang baik.

Kebohongan ketiga : Saya dapat mengabaikan beberapa problem karakter - toh tidak ada yang sempurna.

Jika seorang pria telah menyorotkan cacat karakter, sepertinya dia seorang yang tidak bisa diajar. Kemampuan diajar adalah karakter nomor satu yang menjadi tanda siapa pasangan yang seharusnya anda cari untuk pasangan potensial anda. Saya tidak bicara tentang pergumulan pribadi atau kesalahan, namun pola kebiasaan dosa atau gangguan penyelewengan fungsi yang bisa mengendalikan kehidupan mereka dan bahwa mereka tidak terbuka dan menyesal tentang hal itu. Jika seorang pria mau diajar, dia akan rendah hati mendengarkan Tuhan dan istri masa depannya ketika membuat keputusan. Dia akan bersedia bekerja untuk pernikahan masa depannya.

Kebohongan keempat : Saya benar-benar mengenal dia setelah menghabiskan banyak waktu bicara dengannya.

Telepon dan pembicaraan hati ke hati bukanlah pengganti situasi nyata kehidupan. Dia dapat mengatakan pada anda apapun yang ingin anda dengarkan sementara bersembunyi dibalik telepon. Namun mendapati momen dirinya dengan keluarganya, atau dibalik pengemudi yang kasar, atau pada satu berada di restoran dan mendapatkan pelayanan buruk, dan kemudian anda mulai melihat jenis orang macam apa dia itu. Seorang wanita bijak akan menunggu semua ini keluar sementara mengamati responnya dalam semua kesulitan yang mungkin muncul dan situasi janggal.

Kebohongan kelima : Dia selalu mengatakan pada saya kebenaran

Jika anda berpikir bahwa kemudian anda tidak tahu tentang kebanyakan pria di dunia ini. Kebanyakan pria amat lihai ketika mengatakan pada wanita apa yang mereka (wanita) ingin dengarkan dengan maksud untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan - seks. Penekanan untuk bermain seks dari seorang pria Kristen seharusnya menjadi indikator nomor satu ketidakjujuran dengan menaruh maksud buruk dan motivasi tersembunyi.

Kebohongan keenam : Kejadian yang kebetulan adalah tanda dari Tuhan

Setan, tuan segala dusta dan peniru, sedang memasak atau meng-adon kejadian yang kebetulan untuk membuat anda melangkah di jalannya, waspadalah!. Dia (setan) tidak ingin anda menunggu yang terbaik dari Tuhan. Dia ingin membuat cacat semua pelayanan anda bagi Tuhan dengan cara membuat anda berada di keadaan menyedihkan dalam pernikahan yang hampa. Mintalah konsultasi rohani dari teman seiman secara obyektif, berdoalah dengan kuat dan tetap berfokus pada kehendak Tuhan dan bukan pada kehendak anda.

Kebohongan ketujuh : Adalah normal bagi pria untuk menekan saya untuk hubungan seks. Begitulah seorang pria.

Pria saleh hidup untuk menyenangkan Tuhan dan bukan untuk memuaskan hasrat pribadinya. Mereka menghormati wanita seperti harta karun dirinya sendiri, merawat wanita dengan kesucian mutlak seperti yang Yesus lakukan. Mereka amat peduli tentang kesucian saudari seiman daripada menjalankan sensasi cepat nikmat yang hanya sesaat. Seks sebelum pernikahan adalah dosa dan jika seorang pria menekankan hal itu, maka dia tidak peduli tentang apa yang Tuhan pikirkan dan dia tidak peduli juga tentang anda.

Kebohongan kedelapan : Ada banyak kualitas romatika pria diluar sana, persis seperti yang ada di film-film.

Wanita telah diisi penuh di pikiran (dan hati) mereka dengan gagasan Hollywood tentang pria. Dua tragedi akan dihasilkan lewat hal ini. Pertama, tidak ada pria yang dapat hidup masuk standar fiktif itu sehingga mereka secara tidak adil diperbandingkan dan dikritik. Kedua, seorang wanita di tahap awal hubungan dapat cenderung untuk mengisi informasi yang hilang tentang pria dengan imajinasi ideal sebelum dia benar-benar mengenal pria itu. Dia "mengakhiri" jatuh cintanya dengan gagasan, bukan dengan seorang pribadi. Ketika pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan sebagai manusia, wanita tersebut menjadi kecewa namun tetap memegang hubungan itu sambil berharap si pria yang pertama kali ia imajinasikan akan kembali hadir. Ada beberapa kualitas nyata seorang pria, namun yang pertama adalah hidup berkenan pada Tuhan. Anda perlu pertolongan Tuhan untuk menemukan pria seperti itu.

Kebohongan kesembilan : Ketika saya menemukan seorang pria dan lalu menikah, saya pada akhirnya akan merasa bahagia dan lengkap.

Jika hal itu benar, mengapa begitu banyak wanita bercerai (inikah harapan mereka)?. Mengapa bintang Hollywood mencampakkan wanita cantik demi wanita lainnya? Kebenarannya adalah, anda hanya akan merasa bahagia dan utuh ketika anda membiarkan Tuhan-lah menjadi pribadi yang anda cintai. Tidak ada pria - khususnya bukan yang terbaik yang Tuhan sediakan bagi anda - yang akan datang mendekat. Ketika kegembiraan mulai dilucuti (ini akan terjadi), anda akan merasa lebih kesepian daripada ketika anda masih single.

Dengan mengatakan pada diri kita tentang kebenaran, kita memiliki setiap peluang untuk menemukan pria terbaik yang Tuhan sediakan bagi kita. Contoh terbaik hal ini adalah sobat saya. Dia (seorang wanita) menyudahi cara-cara untuk membuat hubungan yang salah dan mulai mendengarkan Tuhan untuk menuntun kehidupan kencannya. Beberapa minggu lalu, saya menghadiri pernikahannya. Hanya sebelum dia berjalan di pelaminan, dia menutup pintu ruangan kecil yang ada dibelakang kami bertiga.

Matanya memancarkan kebahagiaan : "Kami butuh kamu berdoa untuk kami".

Itu adalah perasaan seorang pengantin yang amat menakjubkan - pilihan terbaik dari Tuhan untuk dirinya - itu menunjukkan hari-hari dimana saya berharap dia akan menjalaninya. "Ya berdoalah bagi kami. Itu hanya satu-satunya cara untuk memulai kehidupan kami secara bersama-sama. Hari-hari tidak akan menjadi benar tanpa hal itu (doa)."

Saya tidak dapat setuju yang lain selain hal itu.
Menjalin Hubungan = Meninggalkan Masa Lajang
Komitmen berarti meninggalkan mimpi yang kekanak-kanakan dan harapan-harapan yang tidak realistis yang dapat terjadi dalam sebuah hubungan. Mereka yang menjalin hubungan serius tanpa mempersiapkan diri untuk masalah-masalah apapun, kekecewaan, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan, bisa menimbulkan rasa tidak aman yang meningkat atau rasa sakit hati yang dapat mempengaruhi keutuhan hubungan anda. Dan jika ini terjadi setelah anda menikah, maka hal-hal ini dapat merusak pondasi dari pernikahan anda dan memimpin pada saat-saat yang tidak membahagiakan juga.

Sikap anda untuk mempersiapkan dan menyesuaikan diri untuk hubungan anda dapat membuat perbedaan yang sangat besar. Jadi bagaimana anda mempersiapkan diri untuk melakukan beberapa penyesuaian dan untuk memperkuat hubungan anda?

Ucapkan selamat tinggal pada masa lajang

Pertama, sadarilah bahwa anda tidak bisa membawa gaya hidup lajang anda ke dalam sebuah hubungan, apalagi ke dalam pernikahan. Beberapa memandang bahwa sebuah hubungan serius dan atau pernikahan hanya sebagai tambahan ke dalam gaya hidup mereka yang sudah sibuk. Mereka berpikir bahwa mereka akan melekatkannya saja pada tanggungan mereka saat ini. Itu tidak akan berhasil. Jika hubungan anda bertambah serius, apalagi jika sudah mengarah ke pernikahan, anda perlu mengidentifikasikan perubahan-perubahan yang akan anda buat dalam hidup anda, sama pentingnya dengan melepaskan hal-hal tertentu (bisa berupa beberapa kebiasaan atau gaya hidup) yang sudah tidak sesuai. Semakin bertambahnya usia anda seiring dengan semakin serius hubungan yang anda miliki, semakin bertambah bagian yang anda perlu lakukan untuk penyesuaian-penyesuaian.

Kenalilah pasangan anda

Ingatlah bahwa orang yang dengannya anda jatuh cinta (tidak peduli siapapun mereka) adalah seorang yang asing. Dia mempunyai pola pikir yang berbeda, melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda, mempunyai cara berkomunikasi yang berbeda, dan bahkan mungkin mempunyai beberapa nilai yang berbeda dengan anda. Namun seberapa jauh anda sadar akan hal ini sekarang? Anda akan perlu belajar untuk berbicara dengan bahasa pasangan anda, sama pentingnya dengan pasangan anda belajar untuk berbicara dengan bahasa anda.

Salah satu tujuan dari hubungan anda adalah sebisa mungkin mengenali apa saja kesamaan dan perbedaan anda dan pasangan anda. Anda berdua perlu datang ke suatu tempat di mana anda bisa saling memandang dan berkata, "Kita memang berbeda dalam beberapa hal, namun tidak apa-apa untuk kamu tetap menjadi kamu dan aku tetap menjadi aku. Kita bisa belajar dari satu sama lain."

Berikut ini hal-hal yang dapat anda lakukan untuk membangun hubungan Kristen yang kuat dan saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik lagi. Beberapa pengalaman berikut ini telah membantu beberapa pasangan yang pernah saya konseling:
- Habiskan waktu bersama dengan keluarga pasangan anda dan berusahalah untuk menjalin hubungan baik dengan mereka.
- Bekerja samalah bersama dengan pasangan anda untuk sebuah proyek atau kegiatan tertentu
- Rawatlah pasangan anda jika dia sakit
- Pastikan anda dan pasangan anda bersama-sama membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan

Seberapa baik anda benar-benar mengenal pasangan anda? Semakin anda mengenalnya, maka semakin kecil kemungkinan anda untuk mengalami kekecewaan-kekecewaan yang datang bersamaan dengan proses menyesuaikan hidup anda dengan hubungan yang serius. Dengan mengenal pasangan anda lebih baik, dan dengan mempercayai Tuhan, serta dengan meninggalkan kehidupan lajang anda sebelum anda bertemu dengan pasangan anda, anda sedang meletakkan dasar bagi sebuah hubungan yang kuat.

25 May 2008


Apakah Anda Siap Untuk Cinta?

Ada banyak cerita dan gurauan tentang cinta dan relationship, seperti semua email yang mungkin telah Anda terima. Mengapa? Karena kita diciptakan tidak untuk menjadi sendirian, tapi untuk menjadi penolong bagi satu sama lain - dan karena kita adalah manusia yang telah jatuh dalam dosa, kita memiliki masalah-masalah dalam hubungan yang sepertinya tidak ada akhirnya. Pria dan wanita, tidak diciptakan untuk berdiri sendiri-sendiri.Ada sesuatu yang dibuat Tuhan di dalam diri kita yang mengatakan, "Aku mau berbagi kehidupan dengan seseorang. Aku ingin keintiman." Dan Tuhan berkata tidak baik jika kita sendirian.

Kelihatannya kita selalu siap untuk jatuh cinta. Kita baru saja keluar dari satu hubungan, berpikir bahwa kita akan mengambil jeda dahulu, dan hanya setelah 3 minggu (atau mungkin 3 menit?) Kita sudah siap untuk hubungan yang baru. Ahkan walaupun kita mempunyai tekad yang kuat untuk tetap berada di luar suatu hubungan, kita masih memikirkan tentang hubungan. Kita memperhatikan siapa yang telah menikah, siapa yang sedang berpacaran, dan tidak dapat menahan diri untuk membayangkan apa yang akan terjadi dengan kita karena kita belum mempunyai suatu hubungan yang tepat.

Cinta seringkali membuat kita senang, melemahkan pikiran kita, merebut waktu kita. Rasa cinta yang meluap-luap membuat kita menjadi berbeda dari diri kita sendiri. Kita berperilaku berbeda dan mempermalukan diri kita sendiri. Di dalam hati kita, kita bertanya-tanya apakah ada seseorang yang akan benar-benar mencintai kita. Tampaknya kita mempunyai keinginan alamiah untuk bersatu.

Saya kembali menjadi lajang setelah satu hubungan serius yang berakhir. Saya yakin saya sudah siap untuk cinta. Saya pikir saya sudah siap untuk cinta, pada kenyataannya saya tidak mau hidup sendirian, dan ingin seseorang untuk membuat saya merasa dicintai. Apakah Anda benar-benar siap untuk cinta? Saya akan menolong Anda menjawab pertanyaan itu dalam artikel ini. Mengatakan bahwa Anda siap, berpikir bahwa Anda siap, dan benar-benar sudah siap, seringkali adalah 3 hal yang sangat berbeda.

Apa yang disebut sebagai cinta yang romantis? Scott Peck, dari bukunya "The Road Less Traveled", mengartikannya sebagai hasrat untuk memberikan diri sendiri bagi kesejahteraan orang lain. Rasul Paulus mengatakan bahwa kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cemburu, dan tidak memegahkan diri. Kasih yang sejati tidak egois (1 Korintus 13).

Cinta yang romantis adalah hubungan spiritual-emosional-seksual yang bergairah antara 2 orang yang merefleksikan penghargaan tinggi terhadap nilai satu sama lain. Jika jatuh cinta membuat Anda merasa sakit, bagaimanapun juga Anda mungkin menyimpulkan bahwa memutuskan diri, membuat jarak, dan tidak peduli pada orang lain adalah cara yang paling aman. Tapi, jika cinta yang romantis dapat mengeluarkan yang terburuk dari kita (sikap-sikap irasional, ketergantungan, dan kekanakan yang kita kira telah kita tinggalkan begitu lama), itu juga bisa mengeluarkan yang terbaik dari kita.

Perhatikan apa yang dikatakan Ethel Person tentang cinta:
"Cinta romantis, yang dialami secara subyektif, adalah sebuah emosi dengan intensitas yang luar biasa. Pengalaman cinta dapat membuat waktu seolah-olah berhenti. Cinta dapat memberikan perasaan yang mendalam pada diri sendiri, mungkin dapat dikatakan mengembangkan dan mengubah diri sendiri." Seorang yang lain mengatakan, Anda jatuh cinta, bertambah dewasa, dan hidup bahagia selamanya. Hubungan yang sehat dan saling mencintai mempunyai kapasitas untuk meningkatkan kita menjadi orang-orang yang lebih baik.

Tapi berhati-hatilah. Ada versi cinta yang salah yang menyebabkan ketergantungan yang berlebihan dan keinginan untuk segera (terburu-buru untuk) bersatu. Dalam kasus ini, perasaan cinta tidak menuju kepada mengembangkan dan mengubah diri sendiri, tapi kepada penyimpangan dan mempersempit diri sendiri. Perbedaannya, cinta yang benar membuat kita berkembang sementara kecanduan cinta atau ketergantungan yang berlebihan membuat kita semakin berkurang. Karena itu, kita harus memeriksa diri kita sendiri untuk memastikan bahwa kita sudah siap untuk cinta. Kita harus melepaskan ketergantungan yang bersifat kekanak-kanakan yang sempit dan berharap terlalu banyak, dan menuju ke arah hubungan dewasa yang mengembangkan kita dan orang lain. Kita juga harus siap meresikokan hati kita (lagi) untuk cinta.

Anda sedang mengalami yang mana? Apakah Anda semakin berkembang atau semakin terbatas dalam hubungan Anda? Apakah Anda mencari jalan untuk berhubungan dibanding bersembunyi? Apakah Anda siap untuk mengembangkan diri Anda untuk orang lain? Jika Anda siap untuk menyerahkan hak Anda (untuk menjadi benar) tentang kemana seharusnya arah tissue toilet keluar dari tempatnya, Anda mungkin sudah siap untuk cinta. Jika Anda bisa melepaskan keinginan Anda untuk menjadi pemenang dalam argumentasi tentang keinginan akan hal-hal yang tidak mempunyai konsekuensi penting (yang umumnya tidak bisa dihindari), Anda mungkin sudah siap untuk cinta.

Sumber. Jawaban.com