| Dari Euforia Cinta ke Cinta yang Dewasa | |||
| Apa yang Anda miliki pada awal hubungan Anda adalah benih yang kecil: permulaan dari sesuatu. Pada tahap awal hubungan cinta, dengan intensitasnya, hasratnya, dan kedekatan fisiknya memang terasa seolah-olah sepertinya benih cinta itu telah tumbuh menjadi pohon dalam waktu semalam. Namun kenyataannya, selama tahap ini, hubungan cinta Anda masih berupa benih kecil itu. Saat Anda menanam benih, benih itu mulai tumbuh dan berkembang. Dalam tahap euforia cinta, Anda dan pasangan Anda seperti benih. Cinta anda hanya baru mulai bertumbuh. Anda mungkin merasa sudah setinggi 40 kaki, tapi kenyataannya Anda masih setinggi 6 inci di permukaan tanah. Sama seperti benih yang membutuhkan perawatan dan kasih sayang untuk bertumbuh, begitulah juga hubungan cinta. Tanamlah benih Anda di tanah yang subur, beri nutrisi dan air yang cukup, dan sinar matahari akan menghasilkan pohon muda yang kuat dan sehat, yang mempunyai kesempatan untuk bertumbuh lagi menjadi pohon dewasa yang rindang dan kokoh. Jika benih atau pohon muda itu dibiarkan begitu saja atau diabaikan dalam tahap pertumbuhannya, maka dia akan melemah dan memburuk. Dan jika benar-benar diabaikan, maka dia akan mati. Hal yang sama juga berlaku pada hubungan cinta.
Sebelum Anda masuk ke hubungan cinta yang dewasa, Anda, sebagai individu, harus tahu siapa diri Anda, apa yang Anda butuhkan, dan apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Anda harus melakukan semuanya sendiri lebih dulu. Jika Anda masih marah, menyimpan kepahitan dan rasa sakit, atau belum berurusan dan menyelesaikan beban-beban emosional dari masa lalu, Anda belum siap untuk cinta yang dewasa. Tanah Anda belum cukup sehat untuk menampung dan mendukung pertumbuhan sesuatu yang lebih besar dibanding diri Anda sendiri. Anda harus jujur dengan diri Anda sendiri untuk mengetahui apakah Anda benar-benar siap untuk menjalani hubungan cinta yang dewasa.
Jika beberapa pasangan meninggalkan Anda, mengeluh bahwa Anda terlalu mengekang mereka, mungkin Anda perlu bertanya pada diri sendiri mengapa Anda merasa begitu tidak aman. Jika Anda pernah melalui hubungan-hubungan dimana Anda selalu mengorbankan impian dan tujuan Anda serta individualitas Anda, untuk orang lain, mungkin Anda perlu bertanya pada diri sendiri, "Mengapa saya ingin hidup dalam kehidupan melalui orang lain?" atau "Mengapa saya mengorbankan diri saya dalam porsi yang sangat berlebihan untuk orang lain?" Ketika Anda memeriksa diri Anda sendiri dan merasa nyaman dengan siapa diri Anda sebenarnya, ketika Anda telah mampu jujur terhadap diri sendiri, Anda siap berkomitmen untuk cinta yang dewasa. | |||
19 May 2008
Relationship
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment