| Mencari Pasangan Hidup | ||
| Seorang wanita pernah menulis pada saya: Saya berusia 30 tahun dan sedang mempertimbangkan untuk mendaftar di sebuah layanan kontak jodoh Kristen. Saya mendapatkan nasehat yang bertentangan dari teman-teman Kristen saya tentang ini. Beberapa mengatakan saya seharusnya tidak mencari suami, tapi Tuhan yang akan menyediakan pasangan untuk saya pada waktu yang tepat. Yang lain mendorong saya untuk bersikap proaktif dan mendukung rencana saya. Apa yang seharusnya saya lakukan?
Jika anda memilih cara ini, ada 3 hal yang perlu anda perhatikan: 2. Perhatikan karakter-karakter yang anda ingin temukan dalam diri calon pasangan anda. Saya telah melihat terlalu banyak lajang yang ingin segera berkencan tidak memperhatikan dan mengenali adanya masalah-masalah dalam diri calon pasangannya. Mereka sering jatuh dalam mitos, "Aku akan mengubahnya." Anda tidak akan bisa, jadi lebih baik jangan mencobanya. 3. Tuhan menyatakan kehendakNya dengan berbagai cara dan kita harus mengesampingkan pemikiran bahwa ada formula yang dapat diprediksi yang dapat diikuti untuk mendapatkan pasangan. Satu peringatan : Keinginan untuk cinta yang terlalu dalam dengan mudah dapat menjadi tujuan hidup yang sangat berlebihan. Buanglah godaan untuk menjadi terobsesi dalam mencari pasangan hidup. Melibatkan Tuhan dan mengikuti pimpinanNya dalam kehidupan cinta dan hubungan anda membutuhkan roh yang mau mendengar, dan terkadang strategi yang pintar. Doa, konseling yang bijak, dan roh yang taat akan arahan Tuhan adalah sangat penting. | ||
17 May 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment